Scrool untuk Membaca
Advertising
🚨 Kolom Iklan.
Rabu, Oktober 21, 2026

Askun Desak Mabes Polri Ungkap Hasil Labfor Kebakaran BPN Karawang, Ada Apa di Balik Puing Arsip?

spot_img

ZONAINDUSTRI.COM — KARAWANG — Kebakaran yang menghanguskan kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Karawang pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 22.54 WIB masih menyisakan sejumlah tanda tanya. Selain menghanguskan gudang arsip atau dokumen pertanahan, insiden tersebut kini menjadi sorotan menyusul munculnya informasi mengenai dugaan kedatangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke lokasi pada Kamis (15/10/2026).

Hingga berita ini disusun, informasi mengenai kedatangan penyidik KPK tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen. Belum ada pula keterangan resmi yang memastikan apakah kunjungan tersebut berkaitan dengan penyelidikan perkara tertentu.

- Advertisement -

Meski demikian, kabar tersebut menambah perhatian publik terhadap insiden kebakaran, terlebih di tengah mencuatnya berbagai persoalan pertanahan di Kabupaten Karawang, mulai dari sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) warga Poponcol hingga dugaan tumpang tindih lahan kawasan hutan dengan kawasan industri.

Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Karawang, Asep Agustian, S.H., M.H., yang akrab disapa Askun, mengaku memperoleh informasi mengenai kedatangan penyidik KPK tersebut. Ia meminta agar informasi itu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang.

“Saya mendapatkan kabar itu (kehadiran penyidik KPK). Jadi malam harinya kebakaran dan di situ ada Wamen, besoknya ada penyidik KPK. Disinyalir kuat tadinya mau melakukan penggeledahan, tapi keburu kebakaran pada malam harinya,” tutur Askun, Selasa (20/10/2026).

Pernyataan tersebut merupakan dugaan yang disampaikan Askun. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi yang membuktikan bahwa penyidik KPK datang untuk melakukan penggeledahan ataupun bahwa kebakaran berkaitan dengan agenda penegakan hukum tertentu.

Soroti Dugaan Tumpang Tindih 280 Hektare Lahan Hutan di KIIC

Di luar persoalan kebakaran, Askun menyoroti dugaan tumpang tindih penguasaan lahan seluas sekitar 280 hektare di kawasan hutan Telukjambe yang disebut telah beralih fungsi menjadi kawasan industri dan pabrik di Karawang International Industrial City (KIIC).

Menurut Askun, persoalan tersebut perlu ditelusuri secara serius karena menyangkut kepastian hukum atas tanah, perlindungan hak masyarakat, serta dugaan penguasaan lahan kawasan hutan oleh pihak-pihak tertentu.

Berita Lainnya  BME Kembali Tampil di K2M Karawang, Musik dan Kuliner Meriahkan Malam Minggu

Ia menyebut, sejak 2017, petani penggarap di kawasan tersebut diduga kehilangan akses terhadap lahan yang selama ini mereka garap. Persoalan itu juga disebut pernah memicu aksi demonstrasi yang melibatkan Pemuda Tani.

Askun mengingatkan bahwa pihak ATR/BPN Karawang sebelumnya disebut telah menyampaikan komitmen untuk tidak memperpanjang Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang masa berlakunya akan berakhir pada 2028, khususnya terhadap bidang-bidang yang status dan legalitas penguasaannya masih dipersoalkan.

Ia pun meminta Pemerintah Kabupaten Karawang mengambil langkah tegas dengan melibatkan instansi berwenang untuk memastikan status hukum lahan tersebut.

“Sebelumnya pihak ATR/BPN Karawang kan sudah berjanji tidak akan memperpanjang SHGB yang masanya akan habis pada 2028. Nah, sekarang tinggal keberanian Pemkab Karawang melalui aparat gabungan, berani enggak membongkar pabrik-pabrik di KIIC yang menempati kawasan hutan,” tantangnya.

Askun juga menyinggung adanya informasi mengenai dugaan tumpang tindih antara kawasan hutan dan kawasan industri yang, menurutnya, perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dokumen dan penegasan status lahan.

“Karena kan sudah ada keterangan dari Menhut, Perhutani dan ATR/BPN Karawang yang mengakui bahwa itu telah terjadi tumpang tindih lahan kawasan hutan dengan industri. Pertanyaannya, berani enggak mereka membongkar untuk mengembalikannya ke kawasan hutan?” timpalnya.

Namun, penentuan status kawasan, keabsahan hak atas tanah, serta kemungkinan penertiban bangunan harus didasarkan pada dokumen resmi, hasil pemeriksaan instansi berwenang, dan prosedur hukum yang berlaku.

Askun Desak Hasil Pemeriksaan Labfor Dibuka Transparan

Hampir sepekan setelah kebakaran terjadi, Askun menilai publik masih membutuhkan penjelasan resmi mengenai penyebab insiden tersebut dan hasil pemeriksaan forensik terhadap lokasi kejadian.

Ia meminta Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri yang disebut menangani pemeriksaan perkara ini agar menyampaikan hasil pemeriksaan secara transparan sesuai ketentuan hukum.

Berita Lainnya  Kebakaran Kantor BPN Karawang Disorot, Askun Curiga Sabotase dan Desak Polisi Periksa CCTV

“Penyelidikannya kan bukan sama Polresta Karawang atau Polda Jawa Barat, tapi langsung oleh Mabes Polri. Makanya kita minta hasil penyelidikannya dibuka dan disampaikan secara transparan,” pintanya.

Menurut Askun, keterbukaan informasi diperlukan untuk menjawab pertanyaan publik mengenai penyebab kebakaran, kondisi dokumen yang terdampak, serta kemungkinan adanya unsur pidana apabila ditemukan bukti yang mengarah pada kesengajaan.

Ia juga meminta agar penanganan perkara tidak berhenti pada penentuan penyebab kebakaran semata apabila dalam proses penyelidikan ditemukan indikasi tindak pidana lain yang relevan.

“Jadi saya minta kasus insiden kebakaran kantor ATR/BPN Karawang ini diusut secara profesional, akuntabel dan transparan. Karena dugaan unsur kesengajaan dan sabotase-nya sangat kuat. Karena ini bisa jadi pintu masuk untuk mengungkap dugaan kasus-kasus mafia tanah yang selama ini terjadi,” pungkas Askun.

Pernyataan tersebut menjadi desakan agar aparat penegak hukum bekerja secara profesional. Meski demikian, dugaan sabotase maupun keterkaitannya dengan perkara pertanahan harus tetap diuji melalui bukti dan hasil penyelidikan resmi.

Rieke Diah Pitaloka Ikut Soroti Kebakaran Arsip Pertanahan

Sebelumnya, Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka (RDP), mengaku terkejut atas kebakaran kantor ATR/BPN Karawang yang terjadi pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 22.54 WIB.

Rieke menyoroti dampak kebakaran terhadap gudang arsip atau dokumen pertanahan masyarakat. Ia mempertanyakan apakah insiden tersebut murni disebabkan gangguan teknis atau terdapat kemungkinan lain yang perlu ditelusuri.

“Ini murni karena musibah konsleting (listrik) atau ada sesuatu di balik puing-puing itu,” tutur Rieke, sebagaimana dikutip dari unggahan akun Instagram pribadinya pada Jumat (16/10/2026).

Menurut Rieke, kebakaran tersebut terjadi ketika persoalan pertanahan di Karawang sedang menjadi perhatian masyarakat. Salah satunya adalah tuntutan warga Poponcol yang sebelumnya melakukan demonstrasi ke kantor ATR/BPN Karawang terkait sertifikat PTSL yang belum kunjung diterbitkan.

Berita Lainnya  Larangan Gubernur Jabar Dilanggar, Pelajar Bebas Bawa Motor Bahu Jalan Disulap Jadi Parkiran

“Pas sengketanya lagi memuncak, gudang arsip tempat penyimpanan kertas-kertas bukti tanahnya malah kebakar. Wajar dong kalau publik curiga,” katanya.

Rieke juga mengingatkan bahwa hilangnya dokumen fisik pertanahan berpotensi menimbulkan persoalan dalam proses pembuktian hak atas tanah. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu mendapat perhatian serius agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan atas bidang tanah yang disengketakan.

Ia menilai, tanpa dokumen pendukung yang memadai, masyarakat berpotensi menghadapi kesulitan ketika harus membuktikan riwayat penguasaan atau kepemilikan tanahnya.

“Gak usah kebakaran saja kejadiannya banyak kayak gitu, bener gak?” kata Rieke.

Meski demikian, hilangnya dokumen fisik tidak serta-merta menghapus hak atas tanah atau membuktikan adanya pengambilalihan secara ilegal. Status hak dan riwayat pertanahan tetap perlu ditelusuri melalui dokumen yang tersedia, data pendaftaran tanah, serta mekanisme pembuktian sesuai hukum.

Publik Menunggu Kejelasan

Rentetan persoalan tersebut membuat penanganan kebakaran kantor ATR/BPN Karawang menjadi perhatian publik. Di satu sisi, penyebab kebakaran harus dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan forensik. Di sisi lain, berbagai sengketa pertanahan yang muncul di tengah masyarakat membutuhkan penanganan yang terukur dan terbuka.

Kabar mengenai kedatangan penyidik KPK juga perlu diklarifikasi melalui sumber resmi agar tidak berkembang menjadi spekulasi yang menyesatkan.

Kini, publik menunggu penjelasan dari kepolisian mengenai hasil pemeriksaan penyebab kebakaran, keterangan resmi terkait informasi kedatangan penyidik KPK, serta langkah konkret pemerintah dalam menyelesaikan persoalan pertanahan yang dipersoalkan masyarakat Karawang.

Transparansi dan penegakan hukum menjadi kunci untuk memastikan bahwa setiap dugaan ditangani berdasarkan bukti, bukan sekadar asumsi, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang hak atas tanahnya dipertaruhkan. (Red)

Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan.
spot_img

Tag Populer

KETENAGAKERJAAN

PT KPSS Kembali Disorot! Pekerja Mengaku Dilarang Ibadah dan Makan, Berujung Tak Dipanggil Kerja

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM — PT KPSS yang berlokasi di Kampung Kereteg, Desa Taman Mekar, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, kembali menjadi sorotan. Setelah sebelumnya ramai...

Polresta Karawang Buka Suara soal Kematian Karyawan PT HLI, Keluarga Buat Pernyataan Tolak Autopsi

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM– Seorang karyawan swasta ditemukan meninggal dunia di area gudang peralatan teknisi PT HLI Green Power, Kawasan Industri KNIC, Desa Wanajaya, Kecamatan...

Presiden FSPMI Suparno: HR dan Serikat Pekerja Harus Bersinergi Bangun Hubungan Industrial Humanis

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM- Hubungan industrial yang harmonis, berkeadilan, dan humanis menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun perusahaan yang maju dan berkelanjutan. Semangat gotong...

Ahli K3 Tegaskan Ledakan PT KPSS Bukan Sekadar Musibah, Diduga Ada Kelalaian yang Harus Diusut

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM– Insiden ledakan tungku peleburan di PT Karawang Prima Sejahtera Steel (KPSS), Desa Taman Mekar, Kecamatan Pangkalan, Karawang, yang mengakibatkan dua pekerja...

CAPTURE

Dugaan Larangan Ibadah di PT KPSS Karawang Berulang, Pengawas Ketenagakerjaan Angkat Bicara

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM — Dugaan pelarangan ibadah dan makan di lingkungan kerja PT KPSS yang berlokasi di Kampung Kereteg, Desa Tamanmekar, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten...

SEPUTAR INDUSTRI

Dugaan Larangan Ibadah di PT KPSS Karawang Berulang, Pengawas Ketenagakerjaan Angkat Bicara

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM — Dugaan pelarangan ibadah dan makan di lingkungan kerja PT KPSS yang berlokasi di Kampung Kereteg, Desa Tamanmekar, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten...

Nyawa Pekerja Dipertaruhkan? Proyek PT BUKWANG INDONESIA Diduga Abaikan K3, Disnaker Didesak Turun Tangan

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM — Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam proyek pembangunan PT BUKWANG INDONESIA yang dikerjakan kontraktor ACE kembali menjadi sorotan. Proyek...

Panja RUU Kawasan Industri Soroti Gangguan Keamanan hingga Tumpang Tindih Lahan di Karawang

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM— Sejumlah persoalan yang dinilai menghambat iklim investasi masih terjadi di kawasan industri Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Persoalan tersebut mulai dari gangguan...

Empat Perusahaan Beraktivitas di Eks Beesco Karawang, Askun Desak Pemkab Turun Tangan

KARAWANG  |  ZONAINDUSTRI.COM– Aktivitas operasional sejumlah perusahaan terpantau berlangsung di lahan bekas PT Beesco Indonesia, yang berada di Jalan Raya Karawang-Cikampek, Desa Tamelang, Kecamatan...

Dipecat karena Dituding Beri Keterangan Palsu, Dede Yadi Bongkar Dugaan Konflik di Balik PHK PT Dipsol

KARAWANG  |  ZONAINDUSTRI.COM— Perselisihan hubungan industrial antara pekerja dan PT Dipsol Indonesia memasuki babak baru. Upaya penyelesaian melalui perundingan dan mediasi disebut belum menemukan...

GLOBAL

TOP NEWS

- Advertisement -spot_img

INVESTASI

Kawasan 3 Bisnis Center  Multigudang Karawang, Solusi Pergudangan Strategis di Pusat Kota

ZONAINDUSTRI.COM – Kawasan 3 Bisnis Center Karawang menghadirkan 3 Multigudang sebagai solusi logistik dan pergudangan modern di jantung kota industri Karawang. Dirancang untuk efisiensi tinggi, fasilitas ini...

Pabrik Baru Mercedes-Benz di Cikarang, Menperin: Investasi Otomotif Terus Melaju

ZONAINDUSTRI.COM | Industri otomotif di Indonesia masih menunjukkan geliat yang positif di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global. Hal ini tercermin dari sejumlah produsen otomotif...

EKONOMI

Ketika Anak Muda Mulai Menjauhi Sawah, Glenmore Farm Hadir Mencetak Generasi Petani Baru

Karawang, Jawa Barat – Di tengah semakin berkurangnya minat generasi muda terhadap dunia pertanian, secercah harapan muncul dari Kabupaten Karawang. Melalui program Praktik Kerja...

Apresiasi Tanpa Batas, KERSA Berikan Reward untuk Mahasiswa yang Berdedikasi di Kebun Melon

Karawang – Yayasan Karawang Entrepreneur Sejahtera (KERSA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan generasi muda melalui program magang di sektor pertanian dan kewirausahaan. Sebagai...

Petani Milenial Cirebon Pelajari Teknologi Agrometeorologi, Dorong Pembentukan PPTPI Daerah

CIREBON — Perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi mendorong para petani muda untuk mulai mempelajari sistem pertanian berbasis iklim. Hal tersebut terlihat dari antusiasme...

Petani Muda Karawang Dorong Pembentukan PPTPI untuk Hadapi Perubahan Iklim

KARAWANG — Kesadaran terhadap pentingnya pertanian berbasis iklim mulai tumbuh di kalangan petani muda Kabupaten Karawang. Hal itu terlihat saat dua petani milenial Karawang...

KWT Aster Lelea Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pelatihan Petani Cerdas Iklim

INDRAMAYU — Perubahan iklim yang semakin tidak menentu mendorong para petani untuk meningkatkan kemampuan adaptasi dalam sektor pertanian. Menjawab tantangan tersebut, Kelompok Wanita Tani...

LINGKUNGAN

Warga Cibuntu RT 09/04 Gelar Kerja Bakti Sambut Idul Fitri 1447 Hijriah

KARAWANG  |  ZONAINDUSTRI.COM– Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, warga masyarakat Cibuntu RT 09/04 Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang menggelar...

Sambut Ramadan, Cetya Hian Thian Kiong Karawang Gelar Syukuran dan Santunan bagi Warga Bantarkawung

KARAWANG  |  ZONAINDUSTRI.COM– Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Cetya Hian Thian Kiong Karawang menggelar kegiatan syukuran sekaligus berbagi rezeki kepada puluhan anak-anak...

Karang Taruna Cilamaya Wetan Gelar Bersih-Bersih Sungai, Dorong Kesadaran Lingkungan Masyarakat

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM – Upaya menjaga kebersihan lingkungan kembali digaungkan Karang Taruna melalui gerakan Asih Salira. Sabtu (22/11/2025), para pemuda bersama sejumlah instansi turun...

Asep Sugianto Apresiasi Warga Pancakarya dalam Kegiatan Jumsih Rutin

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM - Semangat gotong royong kembali terlihat di Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang. Warga bersama pamong dan perangkat desa menggelar kegiatan...

TRENDING

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan

Proyek Pematangan Lahan TPA Jalupang Senilai Rp9 Miliar Disorot, Dugaan Pelanggaran Spesifikasi Truk Mencuat

KARAWANG  |  ZONAINDUSTRI.COM— Proyek pematangan dan penataan lahan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jalupang, Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, yang menelan anggaran fantastis...

Tumpukan Limbah Kayu di Samping RS Rosela Karawang Disorot, Ancaman Kebakaran Saat Kemarau Jadi Kekhawatiran

KARAWANG, ZONAINDUSTRI.COM — Aktivitas penampungan dan jual-beli material bekas berupa kayu, plywood, dan triplek di belakang Rumah Makan Gratis Lia Citra Rasa, yang berdampingan...

Larangan Gubernur Jabar Dilanggar, Pelajar Bebas Bawa Motor Bahu Jalan Disulap Jadi Parkiran

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM— Suasana jam pulang sekolah di Jalan Jakarta, Karangpawitan, Kabupaten Karawang, tampak tidak biasa sekaligus mengkhawatirkan. Alih-alih tertib, bahu jalan di kawasan tersebut...

BME Kembali Tampil di K2M Karawang, Musik dan Kuliner Meriahkan Malam Minggu

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM— Kawasan Karawang Kuliner Malam (K2M) di Jalan Ir. H. Juanda No. 5, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, dipadati pengunjung...

Mandor Proyek Rehabilitasi SDN Tamanmekar III Beri Klarifikasi soal Dugaan Gaji Telat Tiga Minggu, Pekerja Sebut Sistem Borongan

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM — Informasi dugaan keterlambatan pembayaran upah pekerja hingga tiga minggu dalam proyek pembangunan rehabilitasi ruang kelas SDN Tamanmekar III, Desa Tamanmekar,...
spot_img