Karawang, Jawa Barat – Di tengah semakin berkurangnya minat generasi muda terhadap dunia pertanian, secercah harapan muncul dari Kabupaten Karawang. Melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL), SMK Pertanian Kabupaten Karawang kembali mengirimkan 10 siswanya untuk belajar langsung di Glenmore Farm pada Senin (13/7/2026). Sebelumnya, sekitar 10 siswa lainnya telah lebih dahulu menjalani program serupa.
Kegiatan ini bukan sekadar memenuhi kewajiban pendidikan, melainkan menjadi upaya nyata memperkenalkan dunia pertanian modern kepada generasi muda. Para siswa diajak terlibat langsung dalam berbagai aktivitas budidaya melon, mulai dari perawatan tanaman, pengelolaan nutrisi, hingga penerapan teknologi pertanian yang digunakan di lapangan.
Glenmore Farm dikenal sebagai kawasan budidaya melon yang mengusung konsep smart farming. Selain menghasilkan produk hortikultura, lokasi ini juga dikembangkan sebagai pusat edukasi pertanian, wisata petik melon, dan sarana pembelajaran bagi pelajar maupun masyarakat yang ingin mengenal dunia pertanian secara lebih dekat.
Pemilik Glenmore Farm, Hajino, menilai regenerasi petani menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini.
“Pertanian membutuhkan generasi penerus. Jika anak muda tidak lagi tertarik bertani, maka masa depan ketahanan pangan akan menghadapi tantangan besar. Karena itu kami membuka ruang seluas-luasnya bagi pelajar untuk belajar dan merasakan langsung bagaimana dunia pertanian bekerja,” ujarnya.
Menurutnya, pertanian saat ini tidak lagi identik dengan pekerjaan tradisional. Pemanfaatan teknologi, sistem budidaya modern, hingga peluang bisnis yang luas menjadikan sektor pertanian sebagai bidang yang menjanjikan bagi generasi muda.
Sementara itu, guru pembimbing PKL, Ipa, berharap pengalaman belajar di lapangan mampu membuka wawasan para siswa mengenai realitas dunia pertanian yang sesungguhnya.
“Anak-anak tidak cukup hanya belajar teori di kelas. Mereka perlu melihat langsung proses budidaya, memahami tantangan petani, dan mengenal peluang usaha yang bisa dikembangkan dari sektor pertanian,” katanya.
Fenomena menurunnya jumlah petani muda menjadi perhatian di berbagai daerah, termasuk Karawang yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Banyak anak muda lebih memilih bekerja di sektor industri atau jasa dibandingkan melanjutkan usaha pertanian keluarga. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan produksi pangan di masa depan. Upaya regenerasi petani juga terus didorong oleh berbagai pihak karena dinilai penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
Melalui program PKL seperti yang dijalankan di Glenmore Farm, para siswa tidak hanya belajar tentang cara menanam dan merawat tanaman. Mereka juga diperkenalkan pada aspek agribisnis, pemasaran hasil pertanian, pengelolaan pascapanen, hingga peluang membangun usaha di sektor pangan.
Kolaborasi antara dunia pendidikan dan pelaku usaha pertanian ini diharapkan mampu melahirkan generasi baru petani Indonesia yang adaptif terhadap teknologi, memiliki jiwa kewirausahaan, dan siap menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan bangsa.
Di tengah perubahan zaman dan tantangan regenerasi petani, langkah kecil yang dimulai dari sebuah kebun melon di Karawang ini menjadi bukti bahwa masa depan pertanian Indonesia masih memiliki harapan selama ada anak-anak muda yang bersedia belajar, berkarya, dan mencintai tanah yang mereka garap.
Ketika Anak Muda Mulai Menjauhi Sawah, Glenmore Farm Hadir Mencetak Generasi Petani Baru
Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan.






