KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM- Proyek penurapan saluran air di ruas Calung–Rancajulang, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, menuai sorotan publik.
Baru berjalan sekitar satu bulan, pekerjaan yang dibiayai APBD Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2026 itu telah memunculkan sejumlah kejanggalan, mulai dari administrasi proyek yang diduga tidak lengkap hingga indikasi kualitas konstruksi yang perlu mendapat perhatian.

Pantauan di lokasi pada Senin (13/7/2026) menemukan papan informasi proyek yang memuat sejumlah ketidaksesuaian. Nomor kontrak yang tercantum, yakni “027.2/ /JLN/2026”, terlihat tidak lengkap karena terdapat kolom kosong pada bagian nomor urut. Padahal, pencantuman nomor kontrak secara utuh merupakan bagian dari prinsip keterbukaan informasi dalam pelaksanaan proyek yang bersumber dari anggaran negara.
Selain itu, terdapat perbedaan pada keterangan waktu pelaksanaan. Papan proyek mencantumkan angka 60 hari kalender, namun pada penulisan huruf tertulis “sembilan puluh hari kalender”, sehingga terdapat selisih 30 hari antara angka dan uraian.
Kejanggalan lainnya terlihat pada kolom Konsultan Pengawas yang dibiarkan kosong dan hanya diisi tanda titik-titik, tanpa mencantumkan nama pihak yang bertanggung jawab melakukan pengawasan terhadap mutu pekerjaan.
Berdasarkan papan informasi, proyek Penurapan Jalan Calung–Rancajulang memiliki panjang 119 meter dengan tinggi 1,60 meter. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV. Pagi Semesta dengan masa pelaksanaan selama 60 hari kalender, terhitung mulai 17 Juni hingga 15 Agustus 2026, serta masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.
Penelusuran di lokasi pekerjaan menemukan sejumlah kondisi yang perlu dikaji lebih lanjut. Adukan atau mortar antarbatu tampak tidak merata dan kurang rapat, terutama pada bagian bawah struktur yang bersentuhan langsung dengan air, sehingga berpotensi mempercepat proses pengikisan.
Selain itu, pada dinding turap tidak terlihat adanya lubang drainase (weep hole), yang secara teknis berfungsi mengurangi tekanan air dari balik struktur agar tidak memicu kerusakan atau keruntuhan dinding.
Pondasi turap juga tampak berdiri di atas tanah gembur di tepi saluran tanpa terlihat galian dasar yang memadai untuk menopang struktur setinggi 1,60 meter sebagaimana tercantum dalam papan proyek. Sementara itu, area pekerjaan terlihat dipenuhi tumpukan sampah di jalur galian maupun badan saluran air.
Saat dikonfirmasi di lokasi, mandor proyek mengaku belum mengetahui penyebab adanya ketidaksesuaian pada papan informasi tersebut. “Saya tidak tahu apakah itu kesalahan cetak atau bagaimana. Nanti saya coba telepon pihak pelaksananya,” ujarnya kepada awak media.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai ketidaksesuaian administrasi pada papan proyek maupun temuan kondisi pekerjaan di lapangan.
Penulis : jun@






