Scrool untuk Membaca
Advertising
🚨 Kolom Iklan.
Senin, November 2, 2026

Menakar Ulang Efisiensi Anggaran Pemerintahan Prabowo

spot_img

Zonaindustri.com – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menyambut legawa kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memotong dana transfer ke daerah. Dia memastikan efisiensi anggaran tidak akan mempengaruhi kualitas pelayanan masyarakat dan digunakan untuk kepentingan masyarakat. Kebijakan ini sudah final dan meminta pemimpin daerah menjalankannya. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tetap berkomitmen mengenai kebijakan nasional secara tegak lurus bersama Presiden Prabowo Subianto. Termasuk memastikan setiap rupiah anggaran daerah digunakan untuk kepentingan pelayanan publik dan pengentasan kemiskinan. Namun menjadi paradoks karena pemerintahan Prabowo-Gibran membentuk banyak kabinet dengan jumlah menteri yang lebih besar dari pemerintahan sebelumnya. Akibatnya efisiensi anggaran dapat mengganggu pelayanan publik, pendidikan, kesehatan hingga infrastruktur dasar.

Kebijakan Efisiensi Anggaran dan Kritiknya

- Advertisement -

Kritik terhadap efisiensi anggaran perlu dilakukan evaluasi kebijakan anggaran yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengevaluasi Inpres 1/2025 tersebut. Sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) No.1 Tahun 2025 tentang Efisiensi APBN dan APBD Tahun 2025 menetapkan efisiensi anggaran sekitar Rp306,6 triliun melalui penghematan belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp256,1 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp 50,5 triliun. Hal ini menyebabkan pro kontra karena efisiensi harus dibarengi dengan reformasi birokrasi dengan mengurangi jumlah kementerian dan mengatasi politik balas jasa.

Besarnya jumlah kabinet berdampak pada bengkaknya belanja birokrasi. Selain itu, pemerintah juga tidak segan mengangkat Staf Khusus yang justru membuat kebijakan efisiensi anggaran menempuh jalan terjal. Kebijakan efesiensi ini tidak tepat sasaran dengan tujuan karena Kementerian Pertahanan justru tidak terkena pemotongan anggaran. Misalnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (KemenDikdasmen), yang anggarannya dipangkas sebesar Rp8 triliun dan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) yang anggarannya dipangkas lebih dari 70 persen.

Kebijakan efisiensi anggaran juga berdampak langsung pada sektor pelayanan publik seperti pendidikan dan kesehatan yang mengundang reaksi keras dari masyarakat terutama kalangan mahasiswa. Di dalam Undang-Undang Dasar disebutkan bahwa anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN atau APBD. Pemotongan ini bukan hanya bertentangan dengan konstitusi, tetapi juga dengan tujuan negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan umum.

Berita Lainnya  MBG Bikin Resah? Limbah Dapur Diduga Cemari Permukiman, Warga Keluhkan Bau Menyengat

Tahapan Strategis Implementasi Kebijakan Efisiensi Anggaran

Presiden Prabowo Subianto mengimplementasikan konsep God is in the details sehingga sangat memperhatikan dalam memutuskan suatu kebijakan. Berdasarkan kebijakan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja APBN dan APBD 2025. Presiden memeriksa secara detail satuan belanja dalam APBN, bahkan Presiden memeriksanya sampai satuan sembilan. Hingga kemudian ditemukan lemak-lemak belanja dalam APBN.

Selain itu langkah pertama strategis dalam melaksanakan kebijakan efisiensi anggaran adalah perencanaan harus matang dalam peningkatan kualitas perencanaan dan penganggaran. Setiap rencana harus disusun secara realistis, sesuai dengan kebutuhan lapangan, dan disiapkan sejak awal tahun anggaran. Review anggaran juga bukan sekadar formalitas. Kita harus lebih rutin dan serius melakukan evaluasi terhadap alokasi yang sudah ditetapkan. Setiap revisi anggaran harus punya alasan kuat, dan tujuan jelas: untuk optimalisasi, bukan sekadar penyesuaian. Dan yang sering terabaikan: sinkronisasi antara belanja pemerintah pusat dan daerah. Ini krusial. Kalau pusat dan daerah tidak berjalan seirama, program sebagus apapun bisa jalan di tempat. Sudah saatnya kita keluar dari ego sektoral, dan mulai memandang pembangunan secara menyeluruh.

Langkah strategis yang kedua pelaksanaan anggaran harus lebih capet dan efisien Selanjutnya, yang jadi fokus besar adalah kualitas pelaksanaan anggaran belanja. Banyak program strategis yang gagal mencapai target hanya karena proses pengadaan barang dan jasa lambat. Proyek bisa tertunda, layanan publik jadi tak optimal, dan pada akhirnya rakyat yang dirugikan. Maka dari itu, percepatan proses pengadaan harus jadi prioritas utama. Begitu juga dengan akselerasi pelaksanaan program, kegiatan, dan proyek strategis nasional. Kita nggak boleh lagi menyia-nyiakan waktu karena hambatan administratif atau koordinasi yang lemah. Dan tentu saja, belanja kita harus efisien dan tepat sasaran. Konsep value for money bukan jargon kosong. Kita harus mulai menghitung benar-benar: apakah setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat sebesar-besarnya? Termasuk di dalamnya dana yang bersumber dari pembiayaan luar negeri seperti PHLN maupun SBSN—kualitas pelaksanaannya harus lebih dijaga. Ini bukan hanya soal efisiensi, tapi juga soal menjaga reputasi dan kepercayaan internasional terhadap pengelolaan keuangan publik kita.

Berita Lainnya  Penggalian Tanah di Tegalwaru Disorot, Puluhan Truk Angkut Material hingga Tengah Malam

Langkah selanjutnya transisi pemerintahan bukan alasan untuk melambat. Tahun 2025 menjadi tahun pertama pemerintahan baru Kabinet Merah Putih (KMP). Biasanya, transisi seperti ini sering membuat pelaksanaan program melambat karena penyesuaian organisasi, perubahan struktur, atau perombakan kebijakanJustru di masa transisi ini, pelaksanaan program dari kementerian/lembaga baru harus dipercepat. Jangan sampai publik kehilangan momentum kepercayaan hanya karena sistem kita tak siap beradaptasi. Program unggulan seperti ASTA CITA dan Quick Wins Presiden RI harus segera direalisasikan. Ini bukan hanya soal pencitraan ini soal menyampaikan pesan ke publik bahwa pemerintahan baru siap bekerja sejak hari pertama.

Langkah terakhir yaitu peningkatan akuntabilitas dalam pelaksanaan anggaran. Perlu adanya akuntabilitas soal laporan keuangan. Perlu adanya pertanggungjawaban moral kita terhadap public, menjaga tata kelola anggaran secara transparan, melakukan monitoring dan evaluasi yang benar-benar efektif, serta memperkuat sistem pengendalian internal

Dan laporan yang disampaikan harus mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan. Karena pada akhirnya, publik tidak peduli seberapa besar anggaran yang kita kelola—mereka peduli seberapa besar dampaknya terhadap hidup mereka. Pelaksanaan anggaran 2025 ini sebagai momentum perubahan. Bukan sekadar menjalankan tugas, tapi sebagai panggilan untuk membuat setiap rupiah yang kita belanjakan punya arti. Saatnya kita belanja dengan lebih cerdas, lebih berkualitas, dan lebih berdampak.

Berita Lainnya  Janji Pencopotan Kepala DLH Jadi Sorotan, Ade Gentong Desak Pemkab Bekasi Bertindak

Efisiensi anggaran sebuah refleksi

Berdasarkan permasalahan di atas perlu dilakukan evaluasi yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana tujuan kebijakan telah tercapai, penggunaan sumber daya yang optimal, pemenuhan kebutuhan masyarakat, keadilan dalam distribusi, kemampuan merespons perubahan, dan kesesuaian kebijakan dengan kebutuhan aktual. Evaluasi ini menjadi kunci untuk menilai keberhasilan kebijakan dan membuat perbaikan yang diperlukan.

Menurut William Dunn kriteria evaluasi yang tepat dalam efisiensi anggaran keuangan pemerintah daerah harus memperhatikan dari segi aspek perataan (Equity/Fairness) yaitu dapat memastikan bahwa manfaat dari kebijakan didistribusikan secara adil dan merata di antara kelompok sasaran, tanpa diskriminasi. Selain itu yang perlu dilakukan evaluasi yaitu dari aspek responsivitas (Responsiveness) yang merupakan cara untuk mengukur kemampuan kebijakan untuk menanggapi kebutuhan dan tuntutan dari masyarakat atau kelompok sasaran serta aspek ketepatan (Appropriateness) yaitu menilai apakah kebijakan tersebut sesuai dengan kebutuhan dan masalah yang ada, serta apakah ada alternatif lain yang lebih baik.

Evaluasi kebijakan perlu memperhatikan tahapan dalam mengevaluasi kebijakan yang mencakup enam tahapan yaitu identifikasi masalah, perumusan masalah, penyusunan agenda, peramalan, rekomendasi, dan pemantauan. Diharapkan setelah dilaksanakan evaluasi kebijakan dapat menganalisis hasil kebijakan berdasarkan nilai dan dampaknya, dengan mempertimbangkan efektivitas, efisiensi, dan kontribusinya terhadap tujuan yang telah ditetapkan serta kebijakan yang diimplementasikan dapat tepat sasaran. Evaluasi kebijakan yang dilakukan secara konsisten akan menghasilkan kebijakan yang lebih baik, lebih efektif, dan lebih berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Ika Widiastuti, S.IP, M.AP, PH.D            Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan.
spot_img

Tag Populer

KETENAGAKERJAAN

PT KPSS Kembali Disorot! Pekerja Mengaku Dilarang Ibadah dan Makan, Berujung Tak Dipanggil Kerja

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM — PT KPSS yang berlokasi di Kampung Kereteg, Desa Taman Mekar, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, kembali menjadi sorotan. Setelah sebelumnya ramai...

Polresta Karawang Buka Suara soal Kematian Karyawan PT HLI, Keluarga Buat Pernyataan Tolak Autopsi

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM– Seorang karyawan swasta ditemukan meninggal dunia di area gudang peralatan teknisi PT HLI Green Power, Kawasan Industri KNIC, Desa Wanajaya, Kecamatan...

Presiden FSPMI Suparno: HR dan Serikat Pekerja Harus Bersinergi Bangun Hubungan Industrial Humanis

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM- Hubungan industrial yang harmonis, berkeadilan, dan humanis menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun perusahaan yang maju dan berkelanjutan. Semangat gotong...

Ahli K3 Tegaskan Ledakan PT KPSS Bukan Sekadar Musibah, Diduga Ada Kelalaian yang Harus Diusut

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM– Insiden ledakan tungku peleburan di PT Karawang Prima Sejahtera Steel (KPSS), Desa Taman Mekar, Kecamatan Pangkalan, Karawang, yang mengakibatkan dua pekerja...

CAPTURE

Dugaan Larangan Ibadah di PT KPSS Karawang Berulang, Pengawas Ketenagakerjaan Angkat Bicara

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM — Dugaan pelarangan ibadah dan makan di lingkungan kerja PT KPSS yang berlokasi di Kampung Kereteg, Desa Tamanmekar, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten...

SEPUTAR INDUSTRI

Dugaan Larangan Ibadah di PT KPSS Karawang Berulang, Pengawas Ketenagakerjaan Angkat Bicara

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM — Dugaan pelarangan ibadah dan makan di lingkungan kerja PT KPSS yang berlokasi di Kampung Kereteg, Desa Tamanmekar, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten...

Nyawa Pekerja Dipertaruhkan? Proyek PT BUKWANG INDONESIA Diduga Abaikan K3, Disnaker Didesak Turun Tangan

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM — Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam proyek pembangunan PT BUKWANG INDONESIA yang dikerjakan kontraktor ACE kembali menjadi sorotan. Proyek...

Panja RUU Kawasan Industri Soroti Gangguan Keamanan hingga Tumpang Tindih Lahan di Karawang

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM— Sejumlah persoalan yang dinilai menghambat iklim investasi masih terjadi di kawasan industri Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Persoalan tersebut mulai dari gangguan...

Empat Perusahaan Beraktivitas di Eks Beesco Karawang, Askun Desak Pemkab Turun Tangan

KARAWANG  |  ZONAINDUSTRI.COM– Aktivitas operasional sejumlah perusahaan terpantau berlangsung di lahan bekas PT Beesco Indonesia, yang berada di Jalan Raya Karawang-Cikampek, Desa Tamelang, Kecamatan...

Dipecat karena Dituding Beri Keterangan Palsu, Dede Yadi Bongkar Dugaan Konflik di Balik PHK PT Dipsol

KARAWANG  |  ZONAINDUSTRI.COM— Perselisihan hubungan industrial antara pekerja dan PT Dipsol Indonesia memasuki babak baru. Upaya penyelesaian melalui perundingan dan mediasi disebut belum menemukan...

GLOBAL

TOP NEWS

- Advertisement -spot_img

INVESTASI

Kawasan 3 Bisnis Center  Multigudang Karawang, Solusi Pergudangan Strategis di Pusat Kota

ZONAINDUSTRI.COM – Kawasan 3 Bisnis Center Karawang menghadirkan 3 Multigudang sebagai solusi logistik dan pergudangan modern di jantung kota industri Karawang. Dirancang untuk efisiensi tinggi, fasilitas ini...

Pabrik Baru Mercedes-Benz di Cikarang, Menperin: Investasi Otomotif Terus Melaju

ZONAINDUSTRI.COM | Industri otomotif di Indonesia masih menunjukkan geliat yang positif di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global. Hal ini tercermin dari sejumlah produsen otomotif...

EKONOMI

Ketika Anak Muda Mulai Menjauhi Sawah, Glenmore Farm Hadir Mencetak Generasi Petani Baru

Karawang, Jawa Barat – Di tengah semakin berkurangnya minat generasi muda terhadap dunia pertanian, secercah harapan muncul dari Kabupaten Karawang. Melalui program Praktik Kerja...

Apresiasi Tanpa Batas, KERSA Berikan Reward untuk Mahasiswa yang Berdedikasi di Kebun Melon

Karawang – Yayasan Karawang Entrepreneur Sejahtera (KERSA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan generasi muda melalui program magang di sektor pertanian dan kewirausahaan. Sebagai...

Petani Milenial Cirebon Pelajari Teknologi Agrometeorologi, Dorong Pembentukan PPTPI Daerah

CIREBON — Perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi mendorong para petani muda untuk mulai mempelajari sistem pertanian berbasis iklim. Hal tersebut terlihat dari antusiasme...

Petani Muda Karawang Dorong Pembentukan PPTPI untuk Hadapi Perubahan Iklim

KARAWANG — Kesadaran terhadap pentingnya pertanian berbasis iklim mulai tumbuh di kalangan petani muda Kabupaten Karawang. Hal itu terlihat saat dua petani milenial Karawang...

KWT Aster Lelea Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pelatihan Petani Cerdas Iklim

INDRAMAYU — Perubahan iklim yang semakin tidak menentu mendorong para petani untuk meningkatkan kemampuan adaptasi dalam sektor pertanian. Menjawab tantangan tersebut, Kelompok Wanita Tani...

LINGKUNGAN

Warga Cibuntu RT 09/04 Gelar Kerja Bakti Sambut Idul Fitri 1447 Hijriah

KARAWANG  |  ZONAINDUSTRI.COM– Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, warga masyarakat Cibuntu RT 09/04 Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang menggelar...

Sambut Ramadan, Cetya Hian Thian Kiong Karawang Gelar Syukuran dan Santunan bagi Warga Bantarkawung

KARAWANG  |  ZONAINDUSTRI.COM– Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Cetya Hian Thian Kiong Karawang menggelar kegiatan syukuran sekaligus berbagi rezeki kepada puluhan anak-anak...

Karang Taruna Cilamaya Wetan Gelar Bersih-Bersih Sungai, Dorong Kesadaran Lingkungan Masyarakat

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM – Upaya menjaga kebersihan lingkungan kembali digaungkan Karang Taruna melalui gerakan Asih Salira. Sabtu (22/11/2025), para pemuda bersama sejumlah instansi turun...

Asep Sugianto Apresiasi Warga Pancakarya dalam Kegiatan Jumsih Rutin

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM - Semangat gotong royong kembali terlihat di Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang. Warga bersama pamong dan perangkat desa menggelar kegiatan...

TRENDING

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan

Penggalian Tanah di Tegalwaru Disorot, Puluhan Truk Angkut Material hingga Tengah Malam

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM – Aktivitas penggalian misterius tanah merah di Kampung Cipeuteuy, Desa Citalaksana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, menuai sorotan warga. Selain mempertanyakan legalitas...

Irfan Abdul Rasyid Buka Suara soal Limbah MBG: Ada Proses Pengolahan, Bukan Pembuangan Sembarangan

KARAWANG  |  ZONAINDUSTRI.COM– Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Irfan Abdul Rasyid, membantah pemberitaan yang beredar terkait dugaan pengelolaan limbah dan sampah program Makan...

MBG Bikin Resah? Limbah Dapur Diduga Cemari Permukiman, Warga Keluhkan Bau Menyengat

KARAWANG  |  ZONAINDUSTRI.COM— Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan masyarakat. Kali ini, bukan hanya persoalan kualitas makanan yang menjadi perhatian, tetapi juga...

Janji Pencopotan Kepala DLH Jadi Sorotan, Ade Gentong Desak Pemkab Bekasi Bertindak

BEKASI | ZONAINDUSTRI.COM— Dua minggu setelah audiensi Solidaritas Wartawan Se-Bekasi Raya dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi pada 15 Oktober 2026, kepastian penanganan dugaan penghinaan terhadap...

Komisi IV DPRD Soroti Persoalan PT Nipro, Ketenagakerjaan dan Lingkungan Jadi Perhatian

KARAWANG  |  ZONAINDUSTRI.COM— Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang, H. Asep Syaripudin atau di kenal Asep IB, menyoroti sejumlah persoalan yang berkaitan dengan PT Nipro...
spot_img