KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM — Kawasan industri Karawang International Industrial City (KIIC) kembali menggelar kegiatan donor darah sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang konsisten dilaksanakan sejak tahun 2000.
Kegiatan tersebut berlangsung di lantai 3 Graha KIIC, yang berlokasi di Jalan Permata Raya Lot C-1B, Kawasan Industri KIIC, Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat. Program ini menjadi wujud kepedulian perusahaan terhadap kesehatan masyarakat sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan darah di Kabupaten Karawang.
Head of Public Relations KIIC, Wahyu Mulyandaru, mengatakan bahwa donor darah merupakan bagian dari lima pilar utama CSR perusahaan, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan hidup.

“Di bidang kesehatan, donor darah menjadi salah satu kegiatan rutin yang kami laksanakan setiap tiga bulan sekali dan terbuka bagi karyawan KIIC maupun tenant,” ujar Wahyu.
Selain donor darah, KIIC juga menjalankan berbagai program kesehatan lainnya, seperti pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita, penanganan stunting bekerja sama dengan pemerintah daerah dan Baznas, serta bantuan fogging saat terjadi wabah demam berdarah.
Di sektor pendidikan, KIIC menyalurkan beasiswa kepada 170 pelajar tingkat SMP dan SMA di tujuh desa sekitar kawasan industri. Perusahaan juga turut berkontribusi dalam perbaikan fasilitas sekolah guna menunjang kualitas pembelajaran.
Sementara itu, pada sektor ekonomi, KIIC memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat, seperti budidaya ikan lele dan menjahit, sebagai upaya mendorong lahirnya wirausaha baru. Adapun pada sektor sosial budaya, bantuan sembako saat Idulfitri dan hewan kurban saat Iduladha juga rutin disalurkan.
“Harapannya kegiatan donor darah ini dapat terus berjalan karena manfaatnya besar, baik bagi pendonor maupun masyarakat yang membutuhkan transfusi darah,” tambahnya.
Di sisi lain, dokter PMI Karawang, dr. Elis, mengungkapkan jumlah pendonor dalam kegiatan kali ini cukup banyak, meski belum mencapai angka maksimal seperti biasanya.
“Pendonor cukup banyak, namun belum seperti biasanya. Kemungkinan karena aktivitas perusahaan sedang padat. Biasanya, lebih dari 100 kantong darah dapat terkumpul dalam satu kegiatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, sejumlah calon pendonor tidak dapat mengikuti proses donor karena tidak memenuhi persyaratan medis, terutama kadar hemoglobin (Hb).
“Untuk bisa donor, kadar Hb harus berada di kisaran 12,5 hingga 17 gram per desiliter. Selain itu, calon pendonor tidak boleh mengonsumsi obat-obatan minimal tiga hari sebelumnya, kecuali vitamin, serta tidak memiliki riwayat penyakit tertentu,” paparnya.
Dr. Elis juga membagikan tips bagi masyarakat yang masih ragu untuk donor darah, khususnya pemula.
“Yang penting tetap rileks dan jangan terlalu dipikirkan. Rasa takut biasanya muncul karena sugesti, seperti membayangkan jarum besar. Padahal, jika dijalani dengan tenang, prosesnya tidak sesulit yang dibayangkan,” katanya.
Ia berharap partisipasi masyarakat ke depan terus meningkat, mengingat kebutuhan darah di Karawang mencapai sekitar 3.500 kantong per bulan dan belum sepenuhnya terpenuhi.
“Kami berharap masyarakat, baik karyawan maupun umum, semakin peduli untuk rutin donor darah karena manfaatnya sangat besar,” ujarnya.
Salah satu pendonor, Latif (30), mengaku kini rutin mengikuti kegiatan donor darah setelah sebelumnya sempat merasa takut.
“Awalnya memang takut, apalagi melihat jarumnya. Namun setelah mencoba, ternyata tidak seseram yang dibayangkan. Sekarang saya rutin donor karena ingin membantu sesama,” ucapnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu mendonorkan darah.
“Rileks saja dan jangan terlalu dipikirkan. Selain menyehatkan, donor darah juga dapat membantu menyelamatkan nyawa orang lain,” pungkasnya.
Penulis: jun@






