KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM– Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAN 1 Cibuaya, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan publik. Pasalnya, besarnya anggaran yang dialokasikan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah dinilai tidak sejalan dengan kondisi fisik bangunan yang terlihat di lapangan.
Berdasarkan data penggunaan Dana BOS yang berhasil dihimpun, SMAN 1 Cibuaya menerima alokasi anggaran yang cukup besar untuk perawatan fasilitas sekolah sepanjang tahun 2025.
Pada Tahap I Tahun Anggaran 2025, sekolah yang memiliki 715 siswa tersebut menerima Dana BOS sebesar Rp543.400.000. Dari jumlah tersebut, Rp158.011.000 dialokasikan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana.
Angka tersebut justru meningkat pada Tahap II. Dari total penggunaan dana sebesar Rp620.850.000, pihak sekolah kembali menganggarkan Rp192.033.000 untuk komponen pemeliharaan sarana dan prasarana.
Jika ditotal, dana yang dialokasikan khusus untuk pemeliharaan fasilitas sekolah sepanjang tahun 2025 mencapai lebih dari Rp350 juta.
Tak berhenti di situ, pada Tahap I Tahun 2026, SMAN 1 Cibuaya kembali menerima Dana BOS sebesar Rp563.920.000 untuk 742 siswa. Besarnya kucuran anggaran tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas realisasi pemeliharaan yang telah dilakukan.
Pasalnya, hasil pantauan di lingkungan sekolah menunjukkan sejumlah kerusakan yang masih tampak jelas. Pada beberapa bagian bangunan, plesteran dinding di bawah kusen jendela terlihat pecah, terkelupas, dan rontok. Kondisi tersebut memberi kesan minimnya perawatan pada sejumlah titik bangunan sekolah.
Yang lebih memprihatinkan, kerusakan juga terlihat pada bagian plafon atau eternit di area selasar luar gedung. Di beberapa titik, plafon tampak jebol dan berlubang cukup besar hingga memperlihatkan rangka atap di bagian atasnya.
Kondisi ini tidak hanya mengurangi kenyamanan lingkungan belajar, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi siswa maupun tenaga pendidik yang setiap hari beraktivitas di area tersebut.
Besarnya anggaran pemeliharaan yang tercatat dalam laporan penggunaan Dana BOS dengan kondisi fisik bangunan yang masih mengalami kerusakan memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Publik pun menunggu penjelasan terbuka dari pihak sekolah mengenai program pemeliharaan apa saja yang telah direalisasikan serta bentuk pekerjaan yang telah dilaksanakan menggunakan anggaran tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SMAN 1 Cibuaya, Maria, maupun pengelola Dana BOS sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait realisasi anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah tersebut.
Media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah serta instansi terkait, termasuk Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, guna memperoleh penjelasan yang berimbang dan komprehensif.
(Red)






