KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM – Proyek pembangunan saluran drainase di Kampung Cikukulukuku, Dusun 04 RT 08/RW 04, Desa Wargasetra, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan. Pasalnya, hasil pantauan di lapangan menemukan dugaan ketidaksesuaian dalam metode pemasangan batu pada saluran.
Proyek yang dikerjakan CV. Garuda Sakti Abadi 9999 tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak Rp188.910.000 dan waktu pelaksanaan 60 hari.

Pantauan awak media di lokasi menemukan pemasangan batu pada saluran yang diduga dilakukan tanpa proses galian sebagaimana mestinya. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan gambar kerja, RAB, serta spesifikasi teknis dalam kontrak.
Dalam pekerjaan konstruksi, kesesuaian metode pelaksanaan dan dimensi pekerjaan menjadi bagian penting untuk memastikan hasil akhir memenuhi standar yang telah ditetapkan. Karena itu, dugaan pemasangan batu tanpa galian perlu diverifikasi melalui pemeriksaan teknis dan pengukuran langsung di lapangan.
Awak media kemudian menghubungi pihak yang disebut sebagai pengawas proyek melalui WhatsApp. Sabtu (22/8/2026).
Awalnya ia mengaku tidak sedang mengawasi pekerjaan tersebut. Namun setelah dikirimkan foto papan proyek, ia mengakui dirinya sebagai pengawas.
“Ya saya yang mengawasi,” ujarnya.
Ia pun menyebut, saat terakhir dirinya datang ke lokasi, pekerjaan telah dilakukan penggalian sesuai kebutuhan. Menanggapi hasil pantauan awak media, ia menyatakan akan kembali mengecek kondisi pekerjaan.
“Kalau pantauan saudara seperti itu, saya bongkar,” katanya.
Pernyataan tersebut menjadi penting untuk diuji melalui pemeriksaan fisik. Sebab, apabila ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, perbaikannya semestinya tidak berhenti pada pembongkaran dan pemasangan ulang, tetapi juga perlu dipastikan apakah seluruh proses pelaksanaan dan pengawasannya telah berjalan sesuai kontrak.
Dengan nilai proyek mencapai Rp188,9 juta, transparansi terhadap kualitas dan volume pekerjaan menjadi hal yang patut mendapat perhatian publik.
Karena itu, Dinas PUPR Kabupaten Karawang patut melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh, terutama terhadap kedalaman dan lebar galian, dimensi saluran, pemasangan batu, material yang digunakan, volume pekerjaan, serta kesesuaiannya dengan gambar kerja, RAB dan spesifikasi teknis.
Jika hasil pemeriksaan menemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, maka pihak terkait perlu menjelaskan penyebab terjadinya ketidaksesuaian tersebut, termasuk bagaimana pengawasan dan pemeriksaan pekerjaan dilakukan sejak awal.
Publik tidak hanya membutuhkan proyek yang selesai secara fisik, tetapi juga pekerjaan yang benar-benar memenuhi standar teknis dan kualitas sebagaimana telah ditetapkan dalam kontrak.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan keterangan terkait dugaan ketidaksesuaian metode pemasangan batu tersebut.
Proyek Rp188,9 juta ini kini menunggu pembuktian di lapangan: apakah pekerjaan benar-benar sesuai spesifikasi atau justru ditemukan sejumlah item yang harus diperbaiki?
Penulis : jun@






