BEKASI | ZONAINDUSTRI.COM– Dunia sumber daya manusia di kawasan industri terbesar Indonesia bersiap memasuki babak baru. Asosiasi Praktisi Human Resource Indonesia (ASPHRI) menggagas pembentukan Forum Komunikasi HRD BEKAPURS (Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang) sebagai wadah kolaborasi lintas organisasi dan forum HRD di empat wilayah strategis tersebut.
Inisiatif ini digadang-gadang menjadi forum HRD terbesar di Indonesia, bahkan berpotensi menjadi salah satu kekuatan jaringan praktisi SDM terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Ketua Umum ASPHRI, Dr. Yosminaldi, menjelaskan bahwa FORKOM HRD BEKAPURS hadir bukan untuk menggantikan organisasi yang sudah ada, melainkan menjadi ruang sinergi bersama demi memperkuat posisi praktisi HRD dalam menyuarakan kepentingan dunia ketenagakerjaan dan industri.
“Insya Allah ASPHRI akan menginisiasi Forum Komunikasi HRD BEKAPURS yang beranggotakan seluruh asosiasi dan forum HRD dari Bekasi, Karawang, Purwakarta, hingga Subang. Ini menjadi momentum besar untuk menyatukan langkah,” ungkap Yosminaldi, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, setiap organisasi HRD tetap berdiri mandiri, memiliki identitas, program, dan kepengurusan masing-masing. Namun melalui FORKOM, seluruh elemen HRD akan memiliki satu kekuatan bersama yang lebih solid dalam membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, kementerian, hingga stakeholder industri.
Kawasan Industri Terbesar Butuh Suara Bersama
Bekasi, Karawang, Purwakarta dan Subang dikenal sebagai sabuk industri nasional yang menjadi rumah bagi ribuan perusahaan nasional maupun multinasional.
Dengan tingginya aktivitas investasi, kebutuhan tenaga kerja, regulasi ketenagakerjaan, hingga pengembangan kompetensi SDM, kawasan ini dinilai membutuhkan forum besar yang mampu menjembatani kepentingan perusahaan, pekerja, dan pemerintah.
Yosminaldi menilai, selama ini banyak organisasi HRD bergerak sendiri-sendiri sehingga aspirasi yang disampaikan sering kali belum maksimal terdengar.
“Kita ingin membangun bargaining position yang kuat. Ketika kita bersatu dan kompak, tentu suara kita akan lebih didengar dan lebih diperhatikan oleh pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya,” jelas Yosminaldi.
Fokus pada Solusi dan Kemajuan SDM
FORKOM HRD BEKAPURS nantinya dirancang menjadi ruang diskusi strategis yang membahas berbagai isu penting, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan kompetensi pekerja, harmonisasi hubungan industrial, tantangan regulasi ketenagakerjaan, digitalisasi HR, hingga kesiapan menghadapi industri masa depan.
Selain itu, forum ini juga diharapkan menjadi pusat pertukaran gagasan antarpraktisi HRD, memperluas jejaring profesional, serta mendorong terciptanya kebijakan ketenagakerjaan yang lebih adaptif dan berpihak pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Dr. Yosminaldi menegaskan bahwa persatuan menjadi kunci utama kemajuan komunitas HR di wilayah industri.
“Kami ingin seluruh forum dan asosiasi HRD merasa memiliki rumah besar bersama. Tidak ada yang lebih tinggi, tidak ada yang lebih rendah. Semua setara untuk kemajuan bersama,” tegasnya.
“FORKOM ini bukan sekadar organisasi, tetapi gerakan kolaborasi. Jika HRD kuat, maka dunia usaha kuat. Jika dunia usaha kuat, ekonomi daerah ikut tumbuh,” paparnya.
“Saatnya Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang menjadi contoh sinergi SDM nasional. Dari kawasan industri, kita bangun masa depan Indonesia,” harap Yosminaldi yang berprofesi sebagai Dosen, Master Trainer dan Advokat tersebut.
Antusiasme Tinggi
Gagasan pembentukan FORKOM HRD Bekapurs mendapat respons positif dari berbagai kalangan praktisi HRD. Banyak pihak menilai forum ini akan menjadi langkah strategis dalam menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah.
Dengan semangat persatuan dan kolaborasi, FORKOM HRD BEKAPURS diproyeksikan menjadi kekuatan baru yang mampu membawa aspirasi praktisi SDM naik ke level kebijakan, sekaligus memperkuat daya saing kawasan industri Jawa Barat di tingkat nasional maupun regional.
(Red)






