Scrool untuk Membaca
Advertising
🚨 Kolom Iklan.
Minggu, September 20, 2026

TRUMP, DEWAN PERDAMAIAN GAZA & INDONESIA

spot_img

Oleh: Dr. Yosminaldi, SH.MM (Pemerhati Masalah Internasional, Hukum & Ketenagakerjaan)

“Taktik adalah kemampuan untuk menginjak kaki seseorang tanpa merusak kilau sepatunya.”

- Advertisement -

Harry S. Truman

Donald Trump, Presiden Negeri Paman Sam yg kontroversial itu, kembali membuat terobosan “suka-suka” dengan menginisiasi pembentukan “Dewan Perdamaian Gaza” (Board of Peace).

Sepintas terlihat inisiasi ini sangat bijak dan pro perdamaian. Dengan nama “Dewan Perdamaian Gaza”, Trump menunjukkan kepada dunia internasional, bahwa konflik Israel-Palestina akan segera tuntas, Gaza akan pulih, rakyatnya akan kembali normal beraktifitas, bantuan2 akan masuk dan rekonstruksi kerusakan2 infrastruktur akan segera dilakukan.

Trump mengajak puluhan negara2 internasional untuk bisa bergabung, termasuk Indonesia.

Tujuan pembentukan lembaga baru ini memang terkesan sangat mulia dangan kata “perdamaian”. Sebuah diksi visioner ditengah-tengah konflik dunia yang makin memanas. Rencananya nanti, setelah tuntas perdamaian di Gaza Palestine via Badan baru ini, akan diperluas ke penyelesaian perdamaian di sejumlah wilayah konflik di beberapa belahan dunia.

Banyak yang mengatakan, Dewan atau Lembaga ini akan menyaingi PBB (United Nations). Bahkan Dewan Perdamaian Dunia (World Peace Agency) ini disebut-sebut akan menjadi embrio “New UN” alias PBB Baru yang nantinya menggantikan PBB yg ada sekarang.

Berdasarkan sejumlah Informasi yang layak dipercaya, Trump sudah sangat kesal dan kecewa dengan PBB, karena kebanyakan agenda dan kebijakan2 PBB tidak mendukung program2 dan proyek jangka panjang AS, khususnya pencaplokan Palestine oleh Israel, konflik serius dengan Iran, Russia, China, Korut serta penangkapan Presiden Venezuela bahkan rencana aneksasi Greenland di Eropa. Apalagi dalam kasus persaingan penetapan tarif impor AS dengan China, Russia dan sejumlah negara2 besar di Eropa, Asia dan Amerika Latin. Bahkan Trump telah memutuskan, AS menarik keanggotaannya di 61 Badan kerjasama dibawah PBB.

Khusus untuk pembentukan “Dewan Perdamaian Gaza”, Indonesia langsung menyambut baik dan positif. Hal ini ditunjukkan langsung oleh Presiden Prabowo dengan menyatakan keikutsertaan Indonesia dan hadir dalam agenda penandatanganan kesepakatan pembentukan Lembaga baru ini bersama Trump di sela-sela pertemuan Internasional “World Economy Form” di Davos Swiss pada 22 Januari 2026.

Bisa jadi Prabowo terpesona dengan penamaan lembaga yg menggunakan kata “Perdamaian” dan berharap nantinya akan mampu mempercepat penyelesaian konflik Israel-Palestine.

Kita tahu bahwa RI dibawah kepemimpinan Prabowo, sangat memberikan perhatian dan peduli dengan krisis di Gaza yang telah memakan puluhan korban orang2 sipil tak berdosa. Secara logika dan akal sehat, sikap dan respon Presiden tersebut sah2 dan wajar, bahkan sangat menbuat publik simpati. Dukungan ini tentu dikarenakan tingginya aspek kemanusiaan dalam konflik Israel-Palestine yang sudah berlangsung 2 tahun tersebut.

Sebagai negara yang berlandaskan Pancasila, mencintai perdamaian dunia dan sesama mayoritas umat Muslim, sikap dan dukungan Indonesia (Prabowo) tersebut sangat bisa dipahami. Namun, satu pertanyaan mendasar, apakah pihak Pemerintah khususnya Kementerian Luar Negeri RI sudah mempelajari secara mendalam dan komprehensif terkait maksud, tujuan dan risiko2 jangka panjang atas pembentukan Badan Internasional yang dibesut Trump ini?

Kita tahu bahwa AS dibawah kepemimpinan Trump dalam beberapa bulan terakhir telah banyak membuat keputusan2 yang melanggar piagam PBB serta Hukum Internasional seperti intervensi Kedaulatan Negara Venezuela dengan menangkap Presidennya, mendukung genosida Israel di Palestine, memberlakukan perang tarif impor secara sepihak, mengancam serangan militer ke Iran dan sejumlah keputusan2 sepihak yang arogan. Apalagi ada kewajiban penyetoran 1 milyar USD (hampir 17 triliun rupiah) untuk menjadi anggota Dewan Perdamaian Gaza serta aturan2 tak masuk akal yang ditetapkan Trump untuk lembaga baru tersebut. Apa manfaat langsung pembentukan “Dewan Perdamaian Dunia” terhadap Indonesia, dunia serta khususnya Palestine?

JEBAKAN BATMAN

Niat baik memang harus didukung. Namun, dukungan atas niat baik harus ditambah dengan kehati-hatian, kewaspadaan dan kesiap-siagaan. Apalagi dalam hubungan Internasional yang penuh dengan intrik dan politik kepentingan.

Politik tidak hanya dalam domain domestik suatu negara. Politik dan intrik2 dalam hubungan internasional yang dipenuhi dengan gaya diplomasi yang terlihat baik dan “mulia” diatas permukaan, harus didalami dan dipelajari secara mendalam dan komprehensif. Tak ada makan siang gratis alias “no free lunch”. Apalagi kolaborasi dan sinergi dengan negara2 besar alias “super power” seperti AS. Dalam setiap agenda dan kegiatan2 internasional, tentu akan ada kepentingan2 individu dan organisasi (negara) yang terselip secara tersirat bahkan tersurat maupun kasat mata.

Dalam studi hubungan internasional, istilah yang mendekati konsep “jebakan batman” sering dikaitkan dengan “Thucydides Trap” (Jebakan Thucydides) yang dipopulerkan oleh Graham Allison, seorang profesor dari Harvard University.

Konsep ini menggambarkan bahaya konflik struktural yang terjadi ketika kekuatan yang sedang bangkit (rising power) mengancam untuk menggantikan kekuatan dominan yang sudah ada (established hegemon). Ini sangat relevan dengan eskalasi konflik antara negara2 lapis kedua (Iran, India, Pakistan, Jepang, NATO, dll) dengan AS, Russia dan China yang saat ini secara “de facto” menjadi Trio Super power dunia.

Dalam konteks hubungan internasional, “Jebakan Batman” merujuk pada strategi, situasi, atau perjanjian yang tampak menguntungkan, menarik, atau mendesak di awal, namun sebenarnya dirancang atau dibuat tak lain dan tak bukan semata-mata untuk kepentingan ekonomi, militer, politik jangka panjang sebuah negara.

Indonesia sebagai salah satu negara besar yg berpenduduk no 4 terbesar di dunia dgn PDB tertinggi diantara negara2 ASEAN, tentu dipandang oleh AS sebagai “Leader Country” yang memiliki pengaruh besar di kawasan Asia khususnya Asia Tenggara.

Prinsip kehati-hatian dan kewaspadaan untuk melindungi dan menyelamatkan kepentingan nasional dalam berhubungan dengan negara lain, harus menjadi prioritas bagi Pemerintah RI. Peran Kemenlu sebagai “think tank” & “advisor” kepada Presiden RI sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, harus lebih signifikan, cerdas, taktis dan strategis.

Dalam ilmu diplomasi Internasional, kebaikan, senyum dan etika kasat mata belum tentu linier dengan rencana, strategi dan tujuan tersirat yang hanya masing2 pihak yang tahu. Pengkajian dan pendalaman sebuah gagasan besar secara komprehensif dengan selalu mengutamakan kepentingan nasional secara strategik, harus menjadi landasan utama Pemerintah dalam setiap pengambilan keputusan dalam hubungan Internasional.

Setiap keputusan “blunder”, bisa saja dibatalkan secara sepihak, namun tindakan ini akan berpengaruh besar terhadap relasi dan kredibilitas sebuah negara dimata negara lain. Ketidakpercayaan atas inkonsistensi dalam pengambilan keputusan maupun kebijakan, akan merugikan reputasi bangsa dan negara di fora Internasional.

Maka dari itu, keanggotaan Indonesia di “Dewan Perdamaian Gaza” yang dibentuk Trump dengan tidak melibatkan Palestine sebagai negara yang menjadi objek dan subjek penyelesaian konflik, sama saja dengan pelecehan bahkan tak menghormati eksistensi sebuah negara berdaulat & merdeka seperti Palestine. Bagaimana mungkin AS sbg pendukung utama Israel dalam genosida di Palestine akan menciptakan perdamaian dan memberikan solusi?

Indonesia jangan terseret dalam “Jebakan Batman” AS yang terlihat baik dan mulia di permukaan, namun memiliki kepentingan2 jangka panjang untuk menguasai dan mengatur wilayah Palestine secara sepihak. Perlu dikaji dan diamati, kenapa justru beberapa negara sekutu AS banyak menolak pembentukan “Dewan Perdamaian Gaza” ini. Justru seharusnya AS sebagai negara terbesar dan menjadj Tuan rumah Sekretariat PBB di New York, mengajak dunia internasional untuk memperkuat PPB dengan semua organisasi2 dibawahnya, khususnya Dewan Keamanan PBB menjadi sarana bersama untuk mencapai kesepakatan bersama demi perdamaian dunia yang abadi.

Bekasi, 25 Januari 2026

Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan.
spot_img

Tag Populer

KETENAGAKERJAAN

Polresta Karawang Buka Suara soal Kematian Karyawan PT HLI, Keluarga Buat Pernyataan Tolak Autopsi

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM– Seorang karyawan swasta ditemukan meninggal dunia di area gudang peralatan teknisi PT HLI Green Power, Kawasan Industri KNIC, Desa Wanajaya, Kecamatan...

Presiden FSPMI Suparno: HR dan Serikat Pekerja Harus Bersinergi Bangun Hubungan Industrial Humanis

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM- Hubungan industrial yang harmonis, berkeadilan, dan humanis menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun perusahaan yang maju dan berkelanjutan. Semangat gotong...

Ahli K3 Tegaskan Ledakan PT KPSS Bukan Sekadar Musibah, Diduga Ada Kelalaian yang Harus Diusut

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM– Insiden ledakan tungku peleburan di PT Karawang Prima Sejahtera Steel (KPSS), Desa Taman Mekar, Kecamatan Pangkalan, Karawang, yang mengakibatkan dua pekerja...

Ledakan Hebat Guncang PT KPSS Karawang, Dua Buruh Terluka, Dugaan Kelalaian K3 Mencuat

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM –PT KPSS, perusahaan yang bergerak di bidang peleburan besi dan berlokasi di Jalan Pangkalan–Loji, Desa Tamanmekar, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, dilaporkan...

CAPTURE

Kematian Karyawan PT HLI Dipertanyakan, Ketua Karang Taruna Wanajaya Soroti Proses Evakuasi dan Penolakan Autopsi

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM – Kematian seorang karyawan PT HLI Green Power di kawasan Industri KNIC, Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, masih menyisakan...

SEPUTAR INDUSTRI

Kematian Karyawan PT HLI Dipertanyakan, Ketua Karang Taruna Wanajaya Soroti Proses Evakuasi dan Penolakan Autopsi

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM – Kematian seorang karyawan PT HLI Green Power di kawasan Industri KNIC, Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, masih menyisakan...

Pekerja PT HLI Green Power Dikabarkan Tewas, Polisi dan Perusahaan Bungkam: Bunuh Diri atau Kecelakaan Kerja?

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM – Kematian seorang pekerja di lingkungan PT HLI Green Power, kawasan Karawang New Industry City (KNIC), Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat,...

Insiden Misterius di PT HLI Green Power, Pekerja Diduga Tewas: Kecelakaan Kerja atau Bunuh Diri?

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM – Informasi mengenai seorang pekerja yang diduga meninggal dunia dalam sebuah insiden di area gudang peralatan teknisi PT HLI Green Power,...

Loker PT CATIB di Kawasan AIH Tuai Sorotan, Warga Pertanyakan Transparansi Rekrutmen

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM – Informasi lowongan kerja yang mengatasnamakan PT CATIB di kawasan Artha Graha Industrial Hills (AIH), Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten...

Tingkatkan Skill dan Peluang Usaha, Alumni BLK Karawang Belajar Servis AC Mobil

𝙺𝙰𝚁𝙰𝚆𝙰𝙽𝙶  |  𝚉𝙾𝙽𝙰𝙸𝙽𝙳𝚄𝚂𝚃𝚁𝙸.𝙲𝙾𝙼– Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang bersama Politeknik Negeri Bandung (Polban) menggelar pelatihan servis dan perbaikan sistem pengondisian udara...

GLOBAL

TOP NEWS

- Advertisement -spot_img

INVESTASI

Kawasan 3 Bisnis Center  Multigudang Karawang, Solusi Pergudangan Strategis di Pusat Kota

ZONAINDUSTRI.COM – Kawasan 3 Bisnis Center Karawang menghadirkan 3 Multigudang sebagai solusi logistik dan pergudangan modern di jantung kota industri Karawang. Dirancang untuk efisiensi tinggi, fasilitas ini...

Pabrik Baru Mercedes-Benz di Cikarang, Menperin: Investasi Otomotif Terus Melaju

ZONAINDUSTRI.COM | Industri otomotif di Indonesia masih menunjukkan geliat yang positif di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global. Hal ini tercermin dari sejumlah produsen otomotif...

EKONOMI

Ketika Anak Muda Mulai Menjauhi Sawah, Glenmore Farm Hadir Mencetak Generasi Petani Baru

Karawang, Jawa Barat – Di tengah semakin berkurangnya minat generasi muda terhadap dunia pertanian, secercah harapan muncul dari Kabupaten Karawang. Melalui program Praktik Kerja...

Apresiasi Tanpa Batas, KERSA Berikan Reward untuk Mahasiswa yang Berdedikasi di Kebun Melon

Karawang – Yayasan Karawang Entrepreneur Sejahtera (KERSA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan generasi muda melalui program magang di sektor pertanian dan kewirausahaan. Sebagai...

Petani Milenial Cirebon Pelajari Teknologi Agrometeorologi, Dorong Pembentukan PPTPI Daerah

CIREBON — Perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi mendorong para petani muda untuk mulai mempelajari sistem pertanian berbasis iklim. Hal tersebut terlihat dari antusiasme...

Petani Muda Karawang Dorong Pembentukan PPTPI untuk Hadapi Perubahan Iklim

KARAWANG — Kesadaran terhadap pentingnya pertanian berbasis iklim mulai tumbuh di kalangan petani muda Kabupaten Karawang. Hal itu terlihat saat dua petani milenial Karawang...

KWT Aster Lelea Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pelatihan Petani Cerdas Iklim

INDRAMAYU — Perubahan iklim yang semakin tidak menentu mendorong para petani untuk meningkatkan kemampuan adaptasi dalam sektor pertanian. Menjawab tantangan tersebut, Kelompok Wanita Tani...

LINGKUNGAN

Warga Cibuntu RT 09/04 Gelar Kerja Bakti Sambut Idul Fitri 1447 Hijriah

KARAWANG  |  ZONAINDUSTRI.COM– Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, warga masyarakat Cibuntu RT 09/04 Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang menggelar...

Sambut Ramadan, Cetya Hian Thian Kiong Karawang Gelar Syukuran dan Santunan bagi Warga Bantarkawung

KARAWANG  |  ZONAINDUSTRI.COM– Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Cetya Hian Thian Kiong Karawang menggelar kegiatan syukuran sekaligus berbagi rezeki kepada puluhan anak-anak...

Karang Taruna Cilamaya Wetan Gelar Bersih-Bersih Sungai, Dorong Kesadaran Lingkungan Masyarakat

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM – Upaya menjaga kebersihan lingkungan kembali digaungkan Karang Taruna melalui gerakan Asih Salira. Sabtu (22/11/2025), para pemuda bersama sejumlah instansi turun...

Asep Sugianto Apresiasi Warga Pancakarya dalam Kegiatan Jumsih Rutin

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM - Semangat gotong royong kembali terlihat di Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang. Warga bersama pamong dan perangkat desa menggelar kegiatan...

TRENDING

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan

Bukti Solidaritas Media Independen Online Indonesia PD Karawang, Sholat Goib bagi Lima wartawan yang hilang dalam liputan Erupsi gunung anak Krakatau

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM– Pimpinan Daerah Media Independen Online (MIO) Indonesia Kabupaten Karawang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus doa bersama untuk lima wartawan...

KPR Fiktif Rp237 Miliar di Karawang: Tujuh Tersangka Ditahan, Askun Desak Kejari Telusuri Dugaan Peran Notaris dan Advokat

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM – Penanganan perkara dugaan korupsi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) fiktif yang ditaksir menimbulkan kerugian keuangan negara sekitar Rp237 miliar di Kabupaten...

Drainase Cibayat Rp188 Juta Disorot, Dugaan Minim Galian Picu Pertanyaan Pengawasan PUPR

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM – Pembangunan drainase lingkungan di Kampung Cibayat RT 010/RW 011, Desa Kutamaneuh, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, disorot warga. Proyek yang bersumber dari...

Tinggalkan TKP Kecelakaan, ASN DPRD Karawang Sebut Punya Keponakan di Intel Polres

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM – Insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial C, yang bertugas di Bagian Persidangan Sekretariat DPRD...

Lampu Merah Persimpangan Pabrik Es–Bank BJB Gempol Sempat Bermasalah, Dishub Karawang Langsung Bertindak

KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM – Lampu pengatur lalu lintas (APILL) di persimpangan Pabrik Es/Bank BJB Gempol, Kabupaten Karawang, sempat mengalami gangguan pada Senin (31/8/2026). Pantauan di...
spot_img