KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM— Rapat kerja sekaligus pembahasan persiapan audiensi terkait pembangunan proyek jembatan penghubung Desa Tamansari dan Desa Kertasari digelar di Cafe & Resto Dewasena, Jalan Pangkalan–Loji, Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang.
Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan dari delapan desa, termasuk perwakilan Ketua Karang Taruna Desa Mulangsari, Karang Taruna Desa Tamanmekar, serta Ketua Karang Taruna Kecamatan Pangkalan, Legianto, SH.
Rapat tersebut membahas pematangan agenda audiensi yang rencananya akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Audiensi menjadi wadah untuk menyampaikan berbagai aspirasi, kritik, serta keluhan masyarakat terkait pelaksanaan pembangunan jembatan yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Pangkalan, Legianto, SH, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya menyatukan pandangan dan mematangkan materi sebelum audiensi dilaksanakan.
Menurutnya, sejumlah persoalan yang muncul di lapangan perlu disampaikan secara terbuka kepada pihak terkait agar pembangunan jembatan tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Kita hari ini melakukan pematangan untuk persiapan audiensi. Ada beberapa aspirasi dan keluhan masyarakat yang perlu kita sampaikan kepada pihak terkait secara langsung,” ujar Legianto. Senin (24/8/2026).
Ia menegaskan, audiensi nantinya diharapkan dapat menghasilkan penjelasan yang konkret dari pihak pelaksana maupun instansi terkait, terutama mengenai pelaksanaan pekerjaan, dampak terhadap masyarakat sekitar, serta aspek teknis dan lingkungan dalam pembangunan jembatan tersebut.
“Kami tidak ingin hanya menyampaikan kritik. Yang paling penting adalah adanya ruang dialog dan solusi yang jelas atas persoalan yang dirasakan masyarakat,” katanya.
Pembangunan jembatan penghubung Desa Tamansari dan Desa Kertasari sendiri dinilai memiliki peran penting bagi konektivitas masyarakat di wilayah tersebut. Namun, selama proses pembangunan berlangsung, sejumlah warga disebut menyampaikan keluhan dan keberatan terkait dampak yang mereka rasakan.
Karena itu, perwakilan masyarakat dan organisasi kepemudaan dari sejumlah desa sepakat untuk mengawal persoalan tersebut melalui mekanisme audiensi.
Legianto berharap pihak-pihak terkait dapat hadir dan memberikan penjelasan secara terbuka sehingga persoalan yang berkembang di tengah masyarakat tidak semakin melebar.
“Kami berharap audiensi nanti menjadi forum untuk mencari solusi bersama. Semua pihak harus mengedepankan kepentingan masyarakat dan memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, agenda audiensi masih dalam tahap pematangan dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Penulis : jun@






