KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM – Komitmen terhadap perlindungan anak, kesetaraan, dan pembangunan sumber daya manusia yang inklusif menjadi perhatian dalam kunjungan Kepala Staf Kepresidenan bersama Tim Kedeputian III Kantor Staf Presiden ke National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Karawang.
Kegiatan yang berlangsung di GOR Panatayudha, Kabupaten Karawang, tersebut turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Choiri Fauzi, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, Wakil Bupati Karawang H. Maslani, Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga (Disparpora), Abas Sudrajat,S.Sos.,M.P., Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Rosmalia Dewi, S.H., M.H. serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Karawang, Wiwiek Krisnawati, S.Sos.Selasa (15/9/2026).
Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Dedy I Virantama, yang juga dikenal sebagai orang tua angkat NPCI Kabupaten Karawang sekaligus Ketua Kontingen NPCI Kabupaten Karawang, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.
Menurut Dedy, kehadiran jajaran Kantor Staf Presiden menjadi dorongan bagi seluruh pihak untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak, inklusif, sekaligus memberikan perlindungan bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak penyandang disabilitas.
“Kami menyampaikan apresiasi dan penghormatan atas kunjungan Bapak Kepala Staf Kepresidenan beserta Tim Kedeputian III Kantor Staf Presiden ke NPCI Kabupaten Karawang dalam rangka pengendalian dan pengawalan implementasi Program Prioritas Presiden,” ujar Dedy.
Ia menegaskan, pembangunan sumber daya manusia harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak boleh meninggalkan kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Dedy menilai, anak-anak penyandang disabilitas harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, berprestasi, dan memberikan kontribusi bagi bangsa.
Menurutnya, pembinaan olahraga prestasi bagi atlet disabilitas tidak sebatas mengejar pencapaian di arena pertandingan. Lebih dari itu, olahraga menjadi instrumen untuk membangun karakter, kemandirian, kepercayaan diri, serta memperkuat nilai kesetaraan.
“Anak-anak penyandang disabilitas harus memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, berprestasi, dan berkontribusi bagi bangsa,” katanya.
Dedy juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem perlindungan dan pengasuhan anak. Pemerintah, dunia usaha, lembaga masyarakat, organisasi olahraga, hingga pemangku kepentingan lainnya dinilai memiliki peran yang sama penting.
Salah satu hal yang dinilai strategis adalah penyediaan fasilitas pendukung pengasuhan anak, termasuk daycare bagi anak-anak pekerja perempuan.
Keberadaan fasilitas tersebut, kata Dedy, dapat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang lebih ramah keluarga sekaligus mendukung produktivitas tenaga kerja.
“Penguatan perlindungan anak dan sistem pengasuhan juga harus dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga masyarakat, organisasi olahraga, serta seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan organisasi penyandang disabilitas dapat terus diperkuat.
Dengan kolaborasi tersebut, Kabupaten Karawang diharapkan mampu membangun ekosistem yang memberikan perlindungan terhadap anak, memperkuat ketahanan keluarga, mendukung produktivitas tenaga kerja, serta memastikan pembangunan sumber daya manusia berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat posisi NPCI Kabupaten Karawang bukan hanya sebagai wadah pembinaan olahraga prestasi penyandang disabilitas, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun ruang yang setara bagi seluruh anak dan kelompok rentan di Kabupaten Karawang.
Penulis : jun@






