KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Karawang menggelar bimbingan teknis (Bimtek) deteksi dini dan manajemen konflik sebagai upaya memperkuat kemampuan aparatur wilayah dalam mengantisipasi potensi konflik sejak dini.
Kepala Bakesbangpol Karawang, Drs. Mahpudin, M.Si., menjelaskan, kegiatan tersebut dibiayai melalui anggaran Bakesbangpol dengan sasaran aparatur kecamatan, desa, dan kelurahan. Namun, keterbatasan anggaran membuat peserta Bimtek pada tahap awal hanya berjumlah 60 orang.
“Sebanyak 30 peserta berasal dari unsur kepala seksi ketenteraman dan ketertiban (Kasi Trantib) atau MP di tingkat kecamatan. Sementara 30 peserta lainnya berasal dari perwakilan desa dan kelurahan, khususnya di wilayah perkotaan seperti Karawang Barat, Karawang Timur, Telukjambe Timur, dan Cikampek,” ujarnya.
Meski demikian, Bakesbangpol menargetkan seluruh 309 desa dan kelurahan di Kabupaten Karawang nantinya dapat memperoleh pelatihan serupa agar kemampuan deteksi dini potensi konflik semakin merata.
Menurutnya, pelatihan tersebut bertujuan agar setiap potensi konflik yang muncul di wilayah dapat segera dilaporkan sehingga pemerintah dapat melakukan langkah mitigasi sebelum persoalan berkembang menjadi lebih besar.
“Kami ingin setiap persoalan yang berpotensi menimbulkan konflik bisa terdeteksi sedini mungkin. Dengan begitu, langkah pencegahan dapat dilakukan sejak awal,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bakesbangpol juga memperkenalkan aplikasi SiKawal, sebuah sistem berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.
Ia menegaskan, aplikasi tersebut bersifat internal dan tidak diperuntukkan bagi masyarakat umum. Penggunanya hanya pihak-pihak tertentu yang memiliki kewenangan untuk melaporkan situasi dan kondisi di wilayah sesuai tugas pokok dan fungsinya.
Melalui aplikasi tersebut, berbagai laporan dari lapangan akan dihimpun dan dianalisis menggunakan teknologi AI guna membantu pemerintah memetakan tingkat risiko serta memberikan rekomendasi langkah penanganan.
“AI hanya menjadi alat bantu analisis. Keputusan tetap berada di tangan manusia sebagai pengambil kebijakan,” tegasnya.
Ia berharap keberadaan SiKawal mampu mempercepat penyampaian informasi dari wilayah sehingga pemerintah dapat segera mengambil langkah yang tepat, baik melalui kebijakan pimpinan maupun koordinasi dengan instansi teknis yang berwenang.
Di akhir keterangannya, ia mengajak seluruh aparatur kecamatan, desa, dan kelurahan untuk aktif melaporkan setiap indikasi persoalan yang berpotensi menimbulkan konflik.
“Kalau sejak awal kita bisa mendeteksi dan meminimalisir potensi konflik, maka stabilitas keamanan dan kondusivitas di Kabupaten Karawang akan tetap terjaga,” pungkasnya.
Penulis : jun@






