Karawang, 5 Mei 2026 – UPTD Majalaya terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Hal ini terlihat dalam pertemuan bersama calon kelompok tani dari Desa Bengle yang digelar baru-baru ini.
Dalam kegiatan tersebut, penyuluh pertanian lapangan (PPL) UPTD Majalaya, Ita Handayani, S.P., memberikan pemaparan terkait regulasi terbaru pembentukan kelompok tani. Ia menjelaskan bahwa mulai tahun 2026, kebijakan pembentukan kelompok tani mengalami perubahan.
“Per Januari 2026, pembentukan kelompok tani baru sudah tidak lagi menggunakan mekanisme SK (surat keputusan). Kebijakan saat ini lebih mengarah pada penguatan dan pengembangan kelompok tani yang sudah ada,” ujarnya.
Ia menambahkan, di Desa Bengle sebelumnya terdapat tiga kelompok tani, namun saat ini tersisa dua kelompok aktif. Satu kelompok telah dihapus pada akhir 2025 karena tidak aktif dalam kegiatan dan kepengurusan.
Sebagai solusi, UPTD Majalaya mendorong para calon petani untuk bergabung dengan kelompok yang sudah berjalan. Beberapa di antaranya adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) di Blok D dan Blok L CKM yang dinilai masih aktif dan produktif.
Selain itu, pihak UPTD juga berkomitmen untuk mengadvokasi kelompok tani yang sudah ada agar dapat menambah jumlah anggota. Dengan demikian, calon anggota baru tetap dapat terwadahi tanpa harus membentuk kelompok baru.
Di sisi lain, perwakilan calon kelompok tani, Nur Miroji, menyatakan kesiapannya untuk menjalin komunikasi dengan kelompok yang sudah ada. Ia mengaku tertarik untuk bergabung dengan KWT di Blok L yang dipimpin oleh Ibu Isna.
“Kami siap menyesuaikan dengan arahan dari dinas dan akan berkoordinasi dengan kelompok tani yang sudah berjalan agar tetap bisa berkontribusi,” ujarnya.
UPTD Majalaya juga membuka peluang bagi generasi muda untuk terlibat dalam sektor pertanian melalui program petani milenial. Para calon petani akan difasilitasi untuk mengikuti bimbingan teknis (bimtek) yang diselenggarakan pemerintah sebagai bagian dari peningkatan kapasitas dan keterampilan.
Melalui pendekatan ini, UPTD Majalaya menunjukkan peran aktifnya dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta memastikan keberlanjutan sektor pertanian di tingkat lokal.
Diharapkan, sinergi antara masyarakat dan pemerintah, khususnya di wilayah Kecamatan Majalaya, dapat terus terjalin guna mendorong lahirnya petani-petani baru yang produktif dan inovatif.
UPTD Majalaya Perkuat Pelayanan Petani, Dorong Optimalisasi Kelompok Tani yang Sudah Ada
Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan.






