Karawang, 30 April 2026 — Keputusan besar diambil Neni Triana saat meninggalkan karier mapan di sektor perbankan dan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) Jepang. Alumni Universitas Indonesia dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia itu memilih fokus menjadi ibu rumah tangga setelah melahirkan anak keduanya—sebuah titik balik yang justru mengarahkannya ke dunia kewirausahaan.
Alih profesi dari dunia korporasi ke usaha rumahan bukan tanpa risiko. Namun, Neni melihatnya sebagai peluang. Sejak 2004, ia sudah aktif sebagai tenaga pengajar. Pada 2013, ia mendirikan bimbingan belajar di wilayah Kosambi, Gang Ecot. Dua tahun berselang, tepatnya 2015, ia mulai merintis usaha kuliner dari skala kecil yang kini berkembang menjadi layanan katering dengan brand Ayam Ceban.
Berbekal disiplin kerja dari dunia profesional dan keberanian mengambil risiko, usahanya tumbuh secara bertahap. Ia membangun pasar dari nol, mengandalkan kualitas produk serta kedekatan dengan pelanggan. “Saya berhenti kerja, tapi tidak berhenti berkarya. Justru di sini saya belajar membangun sesuatu dari awal,” ujarnya.
Kini, Neni dipercaya sebagai Sekretaris di Yayasan UMKM Karawang Enterpreneur Sejahtera—organisasi yang fokus pada pemberdayaan UMKM di Karawang. Perannya dinilai strategis dalam memperkuat tata kelola organisasi sekaligus memperluas jejaring pelaku usaha kecil.
Di bawah keterlibatannya, KERSA mulai menggerakkan sejumlah program ekonomi berbasis masyarakat, mulai dari pengelolaan greenhouse hidroponik di Telukjambe Timur, pengembangan budidaya ikan lele di Kecamatan Klari, hingga rencana pengembangan usaha ayam petelur di Karawang Timur.
Langkah Neni mencerminkan fenomena pergeseran tenaga kerja terdidik ke sektor UMKM—sebuah tren yang kian relevan di tengah dinamika ekonomi. Dengan latar belakang akademik kuat dan pengalaman profesional, ia membawa pendekatan manajerial yang lebih tertata ke dalam sektor usaha mikro.
Selain aktif di organisasi, Neni juga terus mengembangkan bisnis katering Ayam Ceban yang kini mulai mendapat tempat di pasar lokal.
Dari ruang kantor ke dapur usaha, perjalanan Neni Triana menegaskan bahwa perubahan karier bukan kemunduran, melainkan strategi adaptasi. Di tengah tantangan ekonomi, ia menunjukkan bahwa UMKM bukan sekadar alternatif, tetapi bisa menjadi motor pertumbuhan—asal dikelola dengan pengetahuan, jaringan, dan keberanian mengambil langkah.
Dari Kantoran ke Dapur Usaha: Alumni UI Neni Triana Tancap Gas Bangun UMKM Karawang
Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan.






