KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu (PSIB) Kabupaten Karawang resmi dikukuhkan untuk periode 2026–2031 dalam sebuah acara yang digelar di Rumah Sejarah Djiauw Kie Siong, Rengasdengklok, Selasa (17/3/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meneguhkan kembali nilai-nilai sejarah perjuangan Siliwangi di Kabupaten Karawang.
Ketua DPC PSIB Karawang, H. Maslani, yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Karawang, menyatakan komitmennya untuk membawa organisasi ke arah yang lebih maju.
“Insya Allah amanah ini saya terima dan akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan organisasi dan masyarakat Karawang,” ujar Maslani.
Ia menambahkan, kepengurusan baru akan melanjutkan program-program yang telah berjalan baik, serta melakukan perbaikan terhadap kekurangan sebelumnya.
“Yang baik kita lanjutkan, yang kurang kita perbaiki. Kita harus maju bersama,” tegasnya.
Maslani juga mengapresiasi kehadiran Ketua DPD PSIB Jawa Barat yang tetap hadir meski menghadapi perjalanan padat.
“Terima kasih Pak Kemal sudah hadir dari Bekasi meskipun harus menghadapi kemacetan,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD PSIB Jawa Barat, Brigjen TNI (Purn) H. Kemal Hendrayadi, S.I.P., menekankan bahwa Siliwangi merupakan bagian dari jejak sejarah perjuangan yang tidak terpisahkan dari Karawang.
“Siliwangi adalah napak tilas perjuangan, mulai dari Tanggul Buana hingga Masjid Agung Karawang. Ini bukti sejarah yang harus kita jaga,” ujarnya.
Kemal menjelaskan, nama Pejuang Siliwangi terinspirasi dari Kerajaan Pajajaran dan sosok Prabu Siliwangi sebagai simbol nilai perjuangan.
Menurut dia, organisasi ini memiliki akar sejarah panjang sejak 1922, dari pencak silat hingga berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan melalui TKR yang kini menjadi TNI.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara nilai budaya dan struktur organisasi.
“Kultur adalah jati diri kita, sedangkan struktur adalah posisi kita dalam organisasi. Keduanya harus berjalan bersama,” tegasnya.
Kemal mengingatkan seluruh anggota untuk menjunjung nilai kepatuhan, kesetiaan, keteguhan, dan keikhlasan dalam berorganisasi.
“Berorganisasi di Siliwangi harus dimaknai sebagai ibadah,” tambahnya.
Di sisi lain, putri pendiri PSIB, Edeh L. Puradireja, mengajak seluruh anggota untuk tidak melupakan sejarah perjuangan para pendahulu.
“Saya bangga dengan sejarah dan perjuangan yang diwariskan oleh para leluhur kita,” ujarnya.
Ia juga mengisahkan kembali cerita sejarah tentang Ama R. Oetje Poeradireja yang disebut memiliki peran penting menjelang Proklamasi Kemerdekaan.
Menurut Edeh, nilai pengabdian tanpa pamrih harus menjadi teladan bagi seluruh anggota.
“Beliau menolak gaji sebagai veteran. Yang penting Indonesia merdeka dan kemerdekaan itu harus dijaga,” tuturnya.
Edeh berharap kepengurusan baru mampu menjaga nilai kebersamaan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“PSIB harus menjunjung silih asih, silih asah, silih asuh, dan menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat,” tegasnya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Sekretaris DPD PSIB Jawa Barat Dr. H. M. Ihsan Said, M.M., tokoh PSJPP Ama Tatang Mukhtar, Ketua Dewan Paguron DPC Karawang Abah Wat, serta K.H. Ade Suryana dari Subang.
Melalui pelantikan ini, PSIB Karawang diharapkan semakin solid serta mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah dan memperkuat persatuan masyarakat.
(Red)






