Karawang, 30 April 2026 — Sosok Wawan Setiawan menjadi contoh nyata bahwa semangat usaha tidak harus menunggu berhenti bekerja. Di tengah kesibukannya sebagai Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Islam dan karyawan di PT Cangshin Indonesia, ia tetap aktif mengembangkan usaha budidaya ikan lele.
Kini, langkah baru diambil. Wawan resmi bergabung dengan Yayasan UMKM Karawang Enterpreneur Sejahtera dan siap memimpin sebagai Ketua Kelompok Pembudidaya Lele di wilayah Klari. Keputusan ini diambil sebagai upaya menghidupkan kembali kelompok-kelompok budidaya lele yang sebelumnya sempat vakum.
Ditemui di sekretariat KERSA, Wawan mengungkapkan bahwa dirinya telah lama menekuni usaha budidaya lele. Namun, perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus. “Saya mulai dari nol, belajar secara otodidak. Kendala terbesar ada di pemasaran dan minimnya pemahaman tentang sistem budidaya yang baik,” ujarnya.
Meski memiliki pengalaman sebagai pengusaha, Wawan mengakui bahwa aspek legalitas usaha masih menjadi tantangan. Produk lele yang dihasilkan belum dilengkapi dokumen penting seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Hal ini membuat jangkauan pemasaran menjadi terbatas.
Bergabung dengan KERSA menjadi titik balik. Ia melihat peluang besar untuk berkembang melalui pendampingan, edukasi, serta jaringan komunitas yang kuat. “KERSA bukan hanya wadah, tetapi juga tempat belajar. Kita bisa mendapatkan ilmu dari narasumber terpercaya sekaligus berbagi pengalaman dengan pelaku UMKM lainnya,” jelasnya.
Dalam waktu dekat, kelompok pembudidaya lele di Kecamatan Klari akan segera didaftarkan secara resmi ke dinas terkait agar mendapatkan pembinaan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat membuka akses terhadap program pemerintah, pelatihan, hingga bantuan usaha.
Lebih dari itu, Wawan memiliki visi besar: menjadikan para pembudidaya lele di Klari tidak hanya produktif, tetapi juga memahami pentingnya administrasi dan legalitas usaha. Menurutnya, hal tersebut menjadi kunci untuk memperluas pasar, baik secara digital maupun offline.
“Saya sudah lama menunggu adanya komunitas seperti ini—yang bisa menjadi tempat diskusi, berbagi solusi, dan saling menguatkan antar pelaku UMKM, khususnya di bidang budidaya lele,” tambahnya.
Berbasis di Perumahan Budiman, Kecamatan Klari, Wawan optimistis bahwa kebangkitan kelompok budidaya lele dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Ia ingin membuktikan bahwa seorang pekerja pun mampu menjadi pembudidaya sukses, selama memiliki kemauan untuk belajar dan berkolaborasi.
Langkah Wawan Setiawan menjadi bukti bahwa perubahan tidak harus menunggu waktu yang sempurna. Dari pekerja menjadi pembudidaya, dari belajar sendiri hingga berjejaring—semua berawal dari keberanian untuk memulai dan kemauan untuk terus berkembang.
Dari Pekerja ke Pembudidaya: Kisah Wawan Setiawan Bangkitkan Budidaya Lele Bersama KERSA
Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan.






