KARAWANG | ZONAINDUSTRI.COM — Pernyataan tegas disampaikan Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, di tengah sorotan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia bahkan menyatakan siap berada di garis depan untuk menghadapi potensi kecurangan.
Hal itu diungkapkan usai pelantikan 323 kepala sekolah SD dan SMP di SMPN 2 Telukjambe Timur, Kamis (2/4/2026). Namun, perhatian publik tak hanya tertuju pada prosesi pelantikan, melainkan pesan kuat yang disampaikan dalam kesempatan tersebut.
Guru Diminta Tak Diam, Bupati Siap Melindungi
Aep meminta para guru untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan MBG. Ia menegaskan siap memberikan perlindungan bagi pelapor.
“Saya pasang badan untuk melindungi guru yang mengungkap adanya kecurangan,” ujarnya.
Pernyataan ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, terkait sejauh mana dugaan kecurangan yang terjadi hingga kepala daerah turun langsung memberikan jaminan perlindungan.
Tak hanya itu, Aep juga membuka ruang pelaporan yang lebih luas. Ia mempersilakan guru menyampaikan temuan, termasuk melalui media sosial, jika jalur formal dinilai kurang efektif.
Anggaran Besar Jadi Sorotan
Program MBG disebut memiliki nilai anggaran mencapai Rp2 triliun per tahun. Besarnya anggaran ini dinilai memerlukan pengawasan ketat agar tidak terjadi penyimpangan.
Aep menjelaskan alokasi anggaran yang telah ditentukan, yakni:
Dapur: Rp2.000
Operasional: Rp3.000
Makanan: Rp10.000
Ia menegaskan agar seluruh komponen anggaran digunakan sesuai peruntukannya tanpa ada pengurangan.
“Jangan dikurangi, semua sudah ada bagiannya,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan potensi praktik pengurangan anggaran yang perlu diantisipasi bersama.
Publik Menanti Transparansi
Langkah yang diambil Bupati Karawang dinilai sebagai upaya mendorong transparansi dalam pelaksanaan program. Namun demikian, publik masih menunggu kejelasan lebih lanjut terkait dugaan yang berkembang.
Sejumlah pertanyaan pun muncul, mulai dari ada tidaknya praktik kecurangan hingga pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan anggaran tersebut.
Ajakan untuk menyampaikan laporan secara terbuka, termasuk melalui media sosial, dinilai sebagai langkah yang membuka ruang partisipasi publik dalam pengawasan.
Harapan pada Program MBG
Program MBG pada dasarnya bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa. Namun, pelaksanaannya membutuhkan pengelolaan yang transparan dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan.
Kini, peran guru dan masyarakat menjadi penting dalam mengawal program tersebut. Apakah akan muncul laporan-laporan baru atau tidak, menjadi hal yang dinantikan ke depan.
Yang jelas, pernyataan tegas Bupati Karawang tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pengawasan terhadap program ini akan diperketat.
(Red)






