KARAWANG – Dugaan tindakan tak senonoh yang menyeret oknum sopir ekspedisi kembali mencoreng ruang publik di Kabupaten Karawang. Seorang ibu rumah tangga di Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, mengaku menjadi korban dugaan pelecehan oleh sopir ekspedisi Lalamove.
Peristiwa yang dinilai memalukan tersebut diduga terjadi dua kali, yakni pada Minggu dan kembali terulang pada Selasa siang (10/3/2026). Saat kejadian, korban tengah menjaga tempat usaha milik anaknya yang berada di pinggir jalan desa bengle,
Menurut keterangan korban saat dikonfirmasi, oknum sopir tersebut diduga dengan sengaja memperlihatkan alat vitalnya saat melintas di depan lokasi usaha korban. Aksi tersebut membuat korban merasa dilecehkan, marah, dan sangat tidak nyaman.
“Yang pertama saya lupa , tidak langsung cerita ke anak. Tapi ketika kejadian kedua terjadi lagi, saya sudah tidak tahan dan langsung melaporkannya ke keluarga,” ungkap korban.
Kejadian tersebut langsung memicu kemarahan keluarga korban. Mereka menilai tindakan itu bukan sekadar perilaku tidak bermoral, tetapi juga bentuk pelecehan yang merendahkan perempuan, terlebih diduga dilakukan secara berulang.
Pihak keluarga kemudian mencoba menghubungi salah satu sopir yang diduga terlibat, diketahui merupakan warga Warung Bambu dengan inisial AM. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum dapat dihubungi melalui telepon. Meski demikian, keluarga korban mengaku sempat menerima balasan pesan dari anak sopir tersebut.
Tidak tinggal diam, keluarga korban memberikan ultimatum selama 1×24 jam kepada pihak terduga pelaku untuk datang dan menunjukkan itikad baik serta meminta maaf secara langsung.
Jika ultimatum tersebut diabaikan, keluarga memastikan akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus ini ke Polres Karawang dengan dugaan tindak asusila karena memperlihatkan alat vital kepada orang lain di ruang publik.
“Kalau tidak ada itikad baik, kami akan lanjutkan ke jalur hukum. Ini sudah sangat keterlaluan,” tegas pihak keluarga.
Sebagai bukti awal, keluarga korban juga mengaku memiliki rekaman CCTV dari bengkel di sekitar lokasi kejadian yang diduga merekam aksi oknum sopir tersebut saat melintas.
Kasus ini kini mulai menjadi perbincangan warga sekitar. Sejumlah warga menilai tindakan tersebut tidak bisa dibiarkan karena dapat menimbulkan rasa takut dan ketidakamanan bagi perempuan di ruang publik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terduga pelaku maupun pihak ekspedisi Lalamove belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut.
Aksi Tak Senonoh Sopir Ekspedisi Gegerkan Majalaya, Korban Ultimatum 1×24 Jam sebelum Lapor Polisi
Catatan Redaksi: Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dan dapat mengalami pembaruan.






