KARAWANG – Rotasi jabatan kembali berlangsung di tubuh Polres Karawang. Posisi Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) resmi diserahterimakan dari AKP Abdurrahman Hidayat kepada AKP Sudirianto. Pergantian ini menjadi bagian dari dinamika organisasi di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Meski merupakan agenda internal yang lazim, perubahan pucuk pimpinan di Satlantas Karawang memunculkan harapan besar dari masyarakat. Sejumlah persoalan klasik ketertiban lalu lintas dinilai masih memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan.
Dalam pernyataan perpisahannya, AKP Abdurrahman Hidayat menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru mampu melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus melakukan pembenahan di sejumlah titik yang masih menjadi sorotan.
Parkir di Bahu Jalan, Termasuk Depan Mapolres
Salah satu isu yang kerap disampaikan warga adalah kondisi parkir kendaraan di sekitar kantor Mapolres Karawang. Kendaraan roda dua maupun roda empat sering terlihat memanfaatkan bahu jalan, bahkan di area yang telah dilengkapi rambu larangan parkir.
Situasi tersebut dinilai mengurangi fungsi bahu jalan sebagai ruang darurat dan berpotensi membahayakan pengguna jalan lain. Penataan di sekitar lingkungan Mapolres pun dianggap sebagai cerminan komitmen penegakan aturan.
Secara hukum, ketentuan mengenai kewajiban mematuhi aturan berhenti dan parkir telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, termasuk sanksi bagi pelanggaran terhadap rambu atau marka jalan.
Transparansi Pemeriksaan Kendaraan
Selain parkir liar, masyarakat juga menyoroti pelaksanaan pemeriksaan kendaraan di sejumlah titik. Warga berharap setiap operasi lalu lintas dilakukan secara terbuka, dilengkapi papan informasi, petugas berseragam resmi, serta penempatan yang tidak mengganggu arus kendaraan.
Transparansi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus mencegah munculnya persepsi negatif terhadap kegiatan penindakan di lapangan.
Kendaraan Besar dan Kemacetan
Masalah lain yang kerap muncul adalah parkir kendaraan besar, khususnya truk angkutan barang, di bahu jalan pada malam hingga pagi hari. Kondisi ini sering memicu kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Penanganan persoalan tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan dinas terkait, agar pengawasan dan penindakan berjalan konsisten.
Isu Pelayanan SIM
Di sisi pelayanan publik, isu percaloan dalam pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) juga masih menjadi pembahasan di tengah masyarakat. Komitmen nasional mengenai digitalisasi dan transparansi biaya pelayanan diharapkan dapat diimplementasikan secara optimal di tingkat daerah.
Pengawasan internal dan ketegasan pimpinan satuan menjadi kunci dalam memastikan pelayanan berjalan bersih dan profesional.
Harapan Sinergi dengan Media
Pergantian kepemimpinan juga diharapkan membawa semangat keterbukaan informasi. Sejumlah kalangan berharap Kasatlantas yang baru dapat membangun komunikasi yang inklusif dengan seluruh organisasi wartawan di Karawang.
Hubungan yang terbuka dan profesional antara kepolisian dan media dipandang penting dalam menyampaikan informasi lalu lintas serta kebijakan penegakan hukum kepada masyarakat secara berimbang.
Sebagai satuan yang paling sering berinteraksi langsung dengan warga, Satlantas menjadi wajah pelayanan kepolisian di lapangan. Profesionalisme, keteladanan, serta konsistensi dalam menegakkan aturan—termasuk di lingkungan internal—akan menjadi indikator awal kepemimpinan baru.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak Satlantas Polres Karawang guna menjaga prinsip keberimbangan sesuai kaidah jurnalistik dan Kode Etik Pers.






